Gigi Palsu Tersangkut, Kakek Terpaksa Dua Kali Dioperasi

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 04:45 WIB
Gigi Palsu Tersangkut, Kakek Terpaksa Dua Kali Dioperasi Ilustrasi lansia. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah gigi palsu tersangkut di tenggorokan seorang kakek berusia 72 tahun di Inggris usai menjalani operasi. Alhasil dia harus menjalani dua kali bedah dan masa pemulihannya semakin lama.

Kondisi itu terjadi selepas dia menjalani operasi, dan baru ketahuan delapan hari sesudahnya. Kasus ini terungkap berdasarkan laporan yang dirilis Rumah Sakit James Paget di British Media Journal pada Senin (12/8) lalu.
Seperti dilansir CNN, Rabu (14/8), mulanya kakek itu menjalani operasi pengangkatan benjolan dari dinding perut. Namun, rupanya tim dokter lalai karena tidak mengangkat gigi palsu sang kakek terlebih dulu.

Enam hari setelah operasi, sang kakek kembali ke rumah sakit dan mengeluh mulutnya penuh darah dan kesulitan bernapas serta menelan. Dia juga mengaku tidak bisa menyantap makanan yang keras.


Setelah diperiksa, dokter tetap kebingungan menentukan penyebabnya. Dokter lantas memberi obat kumur, antibiotik dan steroid kepada sang kakek.

Merasa belum membaik, sang kakek kembali ke rumah sakit dua hari kemudian dan kondisinya memburuk. Dokter lantas menduga dia mengalami pneumonia.
Akan tetapi, setelah menjalani rontgen, terlihat ada benda aneh di tenggorokan sang kakek. Bentuknya setengah lingkaran dan tersangkut di dekat pita suaranya.

Benda itu dianggap menjadi penyebab infeksi dan pembengkakan pada organ dalam. Sang kakek kemudian ditanya apakah kemungkinan dia menelan sesuatu, dia hanya mengatakan kehilangan gigi palsunya.

Dokter lantas bergegas memeriksanya dan ternyata benar yang tersangkut di tenggorokan sang kakek adalah gigi palsu. Dia langsung dilarikan ke ruang bedah.

Setelah itu, dia kembali dirawat selama enam hari. Usai operasi kedua, kondisi sang kakek baru kembali pulih setelah sebulan.

[Gambas:Video CNN]

Penulis jurnal, Harriet Cunniffe, menyarankan para ahli bedah untuk memastikan gigi palsu pasien dilepas sebelum operasi. Dia mengingatkan kejadian itu adalah salah satu contohnya, dan membuat pasien harus menjalani operasi lebih banyak dan harus menderita dua kali. (ayp/ayp)