Islandia Peringati Hilangnya Gletser Akibat Perubahan Iklim

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 23:55 WIB
Islandia Peringati Hilangnya Gletser Akibat Perubahan Iklim Ilustrasi. Islandia peringati gletser pertamanya yang hilang akibat perubahan iklim. (Kristin Laidre/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Islandia akan memperingati lenyapnya Okjokull, gletser pertama negaranya yang hilang akibat perubahan iklim pada Minggu waktu setempat.

Dalam upacara yang dimulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat, sebuah plakat perunggu pengingat dampak perubahan iklim akan turut diluncurkan.

"Ini akan menjadi monumen pertama bagi gletser yang hilang akibat perubahan iklim di mana pun di dunia," ujar peneliti Rice University Amerika Serikat, Cymene Howe, yang memprakarsai proyek tersebut, melansir AFP.

Plakat tersebut memuat tulisan berjudul "Surat untuk Masa Depan". Kalimat dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang lenyapnya gletser dan kaitannya dengan dampak perubahan iklim.

Dalam 200 tahun ke depan, semua gletser di Bumi akan dihadapkan pada nasib yang sama. Monumen ini hadir untuk mengingatkan kita atas apa yang terjadi. Demikian bunyi kalimat dalam plakat.

Dengan mengenang gletser yang lenyap, kata Howe, manusia bisa semakin memahami tentang apa yang hilang dan sekarat di seluruh dunia.

Howe mengatakan, perdebatan tentang perubahan iklim terasa begitu sulit dipahami. Statistik yang mengerikan dengan beragam istilah ilmiah membuat perubahan iklim tak dapat dipahami secara luas. Monumen dianggap sebagai cara yang lebih baik untuk memahami apa yang tengah dihadapi.

Islandia kehilangan sekitar 11 miliar tos es-nya per tahun. Para ilmuwan khawatir sebanyak 400 gletser di negara pulau itu akan hilang pada 2200 mendatang.

Ahli glasiologi menanggalkan status gletser di Okjokull pada 2014 lalu. Sebelumnya pada tahun 1890, gletser mencakup 16 kilometer persegi. Ukuran gletser menurun drastis pada 2012 menjadi 0,7 kilometer persegi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada April lalu menyebut, hampir setengah dari gletser yang ada di dunia akan menghilang pada 2100 jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)