ISIS Klaim Bom Pernikahan Afghanistan, 63 Orang Tewas

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 08:55 WIB
ISIS Klaim Bom Pernikahan Afghanistan, 63 Orang Tewas Kelompok militan ISIS mengklaim sebagai dalang di balik bom bunuh diri di pesta pernikahan di Afghanistan yang menewaskan 63 orang pada Minggu (18/8). (AFP Photo/Wakil Kohsar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan ISIS mengklaim sebagai dalang di balik bom bunuh diri di pesta pernikahan di Afghanistan yang menewaskan 63 orang pada Minggu (18/8).

Reuters melaporkan bahwa ISIS merilis klaim ini melalui situs pesan instan Telegram. Mereka menyatakan bahwa seorang simpatisan ISIS berhasil menyusup ke acara resepsi di Kabul tersebut dan meledakkan para "kafir."
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 22.40 waktu setempat. 

Seorang saksi mata, Mohammad Farhag, berada di area perempuan saat ledakan terjadi. Dia mengaku mendengar ledakan besar tersebut muncul dari area pria. 


Juru bicara pemerintah Afghanistan, Feroz Bashari, mengatakan bahwa ledakan itu adalah tanda bahwa teroris tak rela melihat warga Afghanistan mengekspresikan kebahagiaannya.
Hal itu juga diamini oleh Ahmad Khan, seorang warga yang sedang menguburkan kerabatnya akibat serangan bom bunuh diri tersebut.

"Kami ingin perdamaian, bukan serangan bunuh diri yang brutal seperti ini," katanya kepada AFP.

Serangan ini sendiri terjadi ketika pemerintah Afghanistan tengah menggelar perundingan damai dengan Taliban yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

Sejumlah pihak menuding Taliban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Proses perdamaian pun sempat dipertanyakan

Namun, Taliban menegaskan bahwa mereka tak mengetahui apa-apa soal ledakan tersebut. Mereka juga menegaskan masih berkomitmen pada perundingan damai. (has/has)