Bolsonaro Geram Dijuluki Kapten Nero Terkait Kebakaran Amazon

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 07:07 WIB
Bolsonaro Geram Dijuluki Kapten Nero Terkait Kebakaran Amazon Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, geram dijuluki Kapten Nero oleh media massa karena dianggap membiarkan kebakaran hebat melalap Hutan Amazon. (Reuters/Adriano Machado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, geram dijuluki Kapten Nero oleh media massa karena dianggap membiarkan kebakaran hebat melalap Hutan Amazon.

Di awal pernyataannya, Bolsonaro mengakui bahwa kebakaran yang biasa terjadi ketika musim panas itu memang sangat meresahkan.

"Namun, menuding saya sebagai Kapten Nero yang melakukan pembakaran adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab," ujar Bolsonaro sebagaimana dilansir AFP, Kamis (22/8).
Ketika menyebut Kapten Nero, Bolsonaro merujuk pada kaisar yang disebut-sebut bertanggung jawab atas kebakaran besar di Roma pada 18 Juli 64. Bolsonaro juga merupakan mantan kapten tentara.


Kebakaran di hutan Amazon sendiri kerap terjadi pada musim kering yang biasanya berakhir pada akhir Oktober atau awal November.

Selain faktor cuaca, kebakaran hutan di Brasil juga kerap terjadi karena ulah petani dan peternak yang ingin membuka lahan untuk usahanya.
Namun karhutla tahun ini dianggap sangat parah. Jumlah titik api mencapai 73 ribu, tertinggi sejak 2013 lalu.

Asap karhutla bahkan dapat terlihat dari citra satelit INPE di luar angkasa. Kabut asap pekat dilaporkan menyelimuti sejumlah kota termasuk, Sao Paolo, selama beberapa hari terakhir hingga membuat otoritas mengalihkan jalur penerbangan.

[Gambas:Video CNN]

Organisasi pro-lingkungan internasional, World Wildlife Fund (WWF), menganggap karhutla terparah ini terjadi akibat percepatan deforestasi di Amazon.

"Secara historis, di wilayah ini, penggunaan api terkait langsung dengan deforestasi karena merupakan salah satu teknik untuk menebang pohon (dan membuka lahan)," demikian pernyataan WWF. (has/has)