Pengungsi Menolak, Bangladesh Batal Pulangkan Rohingya

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 07:45 WIB
Pengungsi Menolak, Bangladesh Batal Pulangkan Rohingya Upaya Bangladesh memulangkan ribuan Rohingya gagal karena para pengungsi menolak kembali ke Myanmar, di mana persekusi terhadap minoritas Muslim kerap terjadi. (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya Bangladesh untuk memulangkan ribuan orang Rohingya gagal karena sekitar 300 keluarga pengungsi menolak kembali ke Myanmar, di mana persekusi hingga pembunuhan terhadap minoritas Muslim kerap terjadi.

"Saya sangat sedih, sangat khawatir jika harus kembali ke Myanmar. Saya takut pada pemerintahan Myanmar, seperti dulu waktu saya di sana," ujar seorang pria Rohingya, Sayedul Haque, kepada Reuters.
Nama Haque sebenarnya masuk dalam daftar 3.450 orang yang layak dipulangkan ke Myanmar. Bangladaesh sendiri sebelumnya sudah memastikan bahwa ribuan orang yang masuk daftar tersebut juga sudah bersedia dipulangkan.

"Tak ada yang akan dipaksa pulang kecuali mereka mau secara sukarela," ucap komisioner urusan pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, kepada AFP, awal pekan lalu.


Sebelumnya, aparat Bangladesh sudah pernah merencanakan pemulangan sekitar 2.260 Rohingya. Namun, para pengungsi itu juga menolak karena takut masih ada persekusi di Rakhine.
Proses pemulangan ini menjadi sorotan karena menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kondisi di Rakhine sampai saat ini belum kondusif karena masih terjadi konflik dengan pemberontak Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA).

ARSA adalah kelompok bersenjata Rohingya yang melakukan serangan di empat pos kepolisian dan satu pangkalan militer di Rakhine dua tahun lalu. Mereka mengklaim menjalankan aksinya untuk membela hak-hak dasar Rohingya.

[Gambas:Video CNN]

Selama ini, sebagai kelompok etnis minoritas Muslim di Myanmar, Rohingya memang kerap menjadi target diskriminasi dan persekusi hingga harus kehilangan nyawa mereka.

Serangan ARSA itu memicu "operasi pembersihan" di Rakhine yang menyebabkan seribu orang tewas dan ratusan ribu lainnya melarikan diri ke Bangladesh. (has/has)