Bolsonaro Minta Dunia Tak Ikut Campur soal Kebakaran Amazon

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 10:21 WIB
Bolsonaro Minta Dunia Tak Ikut Campur soal Kebakaran Amazon Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan Amazon yang mencapai rekor terparah tahun ini. (Reuters/Diego Vara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan Amazon yang mencapai rekor terparah tahun ini.

Kecaman itu diutarakan Bolsonaro menyusul pernyataan sejumlah negara seperti Perancis, Kolombia, Norwegia, Jerman, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kebakaran hutan Amazon.

Meski demikian, Norwegia dan Jerman malah menyetop anggaran yang selama ini diberikan kepada Brasil untuk membantu menghentikan deforestasi.


"Negara-negara yang mengirimkan uang ini, sebenarnya mereka tidak memberikan (uang-uang) itu untuk amal. Mereka mengirimkan uang ini dengan tujuan mengganggu kedaulatan kami," ucap Bolsonaro melalui video Facebook Live, Kamis (22/8).
Bolsonaro terus menjadi perhatian setelah kebakaran hutan di Brasil mencapai rekor terparah tahun ini menurut INPE, badan antariksa negara itu sendiri.

Melalui kicauan di Twitter, Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa kebakaran Amazon merupakan "krisis internasional dan negara G7 harus membahas ini dalam pertemuan di Biarritz mulai akhir pekan ini."



Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengungkapkan "kekhawatiran yang mendalam" terkait kebakaran hutan Amazon. Ia mengatakan masyarakat internasional tidak bisa menanggung kerusakan hutan yang menjadi "sumber oksigen dan keanekaragaman" itu.

Sementara itu, negara tetangga Brasil, Kolombia, menawarkan bantuan untuk menangani karhutla tersebut. Sebagian kecil wilayah Amazon juga terletak di kawasan utara Kolombia.

INPE mendeteksi sekitar 73.000 titik api muncul di lahan dan hutan Brasil sepanjang tahun ini. Sebagian besar titik-titik itu terletak di lembah Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Data pemerintah Brasil menunjukkan titik api di Amazon meningkat 83 persen tahun ini jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama.

[Gambas:Video CNN]

Karhutla terparah tahun ini terjadi ketika Bolsonaro berniat ingin mengembangkan usaha pertanian dan pertambangan di kawasan Amazon.

Meski karhutla kerap terjadi selama musim kemarau, aktivis lingkungan mengatakan karhutla juga dipicu oleh usaha petani dan bisnis yang ingin membuka lahan untuk usaha dengan membakar hutan.

Bolsonaro mengakui hal itu. Dia juga mengakui jika Brasil tak memiliki cukup sumber daya untuk menangani kebakaran hutan di Amazon.

"Amazon lebih besar dari wilayah Eropa. Bagaimana Anda bisa menangani kebakaran di wilayah yang besar seperti itu? Kami tidak memiliki sumber daya untuk itu," kata Bolsonaro.

Dilansir Reuters, jaksa federal Brasil tengah menyelidiki peningkatan titik api karhutla di Amazon, terutama di negara bagian Para. (has)