Netanyahu Isyaratkan Israel Serang Gudang Senjata di Irak

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 14:26 WIB
Netanyahu Isyaratkan Israel Serang Gudang Senjata di Irak Ilustrasi. (AFP PHOTO/ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya menyerang sejumlah target di Irak, di antaranya termasuk gudang senjata yang diyakini digunakan Iran untuk mengirim senjata ke Suriah.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Israel Channel 9, Netanyahu menyatakan memberikan keleluasaan kepada militer untuk meluncurkan serangan terhadap segala hal yang mengancam negaranya.


"Kami melakukan operasi penyerangan tidak hanya jika diperlukan, kami beroperasi di banyak daerah terhadap negara yang ingin memusnahkan kami. Tentu saja saya memberi pasukan keamanan Israel kebebasan dan memerintahkan mereka melakukan apa pun yang diperlukan untuk menggagalkan rencana Iran," kata Netanyahu.


Hal itu diutarakan Netanyahu ketika ditanya apakah Israel akan menargetkan sejumlah target Iran di Irak jika diperlukan. Meski begitu, Netanyahu tidak secara langsung menyebut Irak sebagai salah satu target militernya.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir Reuters, pernyataan itu terucap dari mulut Netanyahu menyusul serangkaian serangan menerjang sejumlah gudang senjata dan beberapa pangkalan paramiliter Irak dalam beberapa minggu terakhir. 

Pada Rabu pekan ini, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), salah satu kelompok paramiliter Irak, mengatakan Amerika Serikat telah mengizinkan empat drone Israel untuk memasuki wilayahnya untuk mendampingi pasukan AS yang tengah melakukan serangkaian misi di sana.

Klaim itu dibantah mentah-mentah oleh Pentagon.

Belakangan sejumlah pejabat Israel juga menyatakan tengah membidik Iraq, salah satu sekutu utama Iran, sebagai ancaman. 


Meski begitu, Tel Aviv tak langsung mengomentari serangan terhadap basis PMF tersebut,

Dikutip AFP, dua pejabat AS juga mengatakan Israel meluncurkan sejumlah serangan di Irak dalam beberapa hari terakhir.

Merespons serangan-serangan tersebut, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi memerintahkan seluruh gudang senjata milik angkatan bersenjata atau kelompok paramiliter dipindahkan ke luar kota.


Mahdi juga membatalkan seluruh izin penerbangan khusus bagi setiap pesawat Irak dan pesawat asing. Penangguhan izin itu turut mempengaruhi operasi koalisi AS di Irak yang tengah berperang memberangus ISIS. (rds/dea)