Staf Konsulat Inggris Kembali Ke Hong Kong Usai Ditahan China

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 12:02 WIB
Staf Konsulat Inggris Kembali Ke Hong Kong Usai Ditahan China Seorang staf konsulat Inggris, Simon Cheng yang sempat ditahan di China telah kembali ke Hong Kong, usai mengunjungi kota dekat Shenzhen pada 8 Agustus. (Anthony WALLACE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang staf konsulat Inggris, Simon Cheng yang sempat ditahan di China telah kembali ke Hong Kong. Informasi itu disampaikan oleh keluarganya pada Sabtu (24/8) waktu setempat.

"Simon telah kembali ke Hong Kong. Dia akan beristirahat beberapa waktu," ungkap keluarga Cheng dalam sebuah unggahan di Facebook, dikutip dari AFP, Minggu (25/8).

Cheng menghilang setelah mengunjungi kota yang berdekatan dengan Shenzhen pada 8 Agustus 2019. Ia ditahan oleh pihak kepolisian, sehingga tidak dapat menghubungi keluarga atau atasannya di kantor.



Sebelum dihentikan oleh otoritas China, Cheng diketahui sempat mengirim pesan kepada kekasihnya. Tepatnya, ketika sebelum Cheng melewati bagian bea cukai.

Dalam sebuah pernyataan di media sosial, polisi Shenzhen mengatakan Cheng dihukum dengan penahanan administratif selama 15 hari karena melanggar hukum China tentang keamanan publik.

Selama penahanan, media pemerintah China menyebutkan sebuah tuduhan yang tak terbukti. Sementara, The Global Timers menuliskan bahwa Cheng ditahan karena meminta pekerja seks komersial.

Dalam sebuah tajuk rencana pada Jumat (23/8), dituliskan kalau Cheng meminta pihak kepolisian untuk tidak menghubugi keluarganya.

Namun, keluarga Cheng membantah informasi itu dan menuliskannya di laman facebook. "Ini adalah kejahatan yang dibuat-buat. Semua orang harus melihat itu sebagai lelucon," kata pihak keluarga dalam unggahan Facebook.


Kantor Luar Negeri Inggris menyambut baik pembebasan Cheng dan senang bahwa ia bisa kembali ke keluarganya.

"Simon dan keluarganya telah meminta privasi dan kami berterima kasih jika ini dihormati," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Diketahui, aksi demonstrasi masyarakat Hong Kong sudah terjadi kurang lebih selama tiga bulan karena menolak pembahasan RUU Ekstradisi.

Mereka beranggapan proses hukum pemerintah China tidak transparan sehingga dikhawatirkan melanggar HAM.

Sementara itu, Inggris dan China sedang terlibat dalam ketegangan diplomatik karena campur tangan London atas aksi demonstrasi di Hong Kong beberapa bulan terakhir.

[Gambas:Video CNN] (aud/end)