Dalam aksi ini, empat petugas polisi mengalami luka ringan, setelah massa menembakkan mortir rakitan di dekat aksi protes anti-G7 di Hendaye. Polisi menangkap 17 orang lantaran menutupi wajah mereka.
Helikopter polisi berputar-putar saat puluhan pengunjuk rasa melemparkan batu, meneriakkan slogan dan menyalahgunakan barisan polisi di pusat kota bersejarah Basque.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unruk menghalau aksi ini, Prancis mengerahkan lebih dari 13.000 polisi guna memastikan massa tidak mendekati Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lainnya.
Ribuan aktivis antiglobalisasi, separatis Basque, dan pengunjuk rasa "rompi kuning" berjalan kaki dari Kota Prancis Hendaye menuju Kota Irun di Spanyol, dengan membentangkan spanduk yang menyeru aksi iklim, hak-hak gay dan contoh ekonomi yang lebih adil.
"Lebih banyak uang bagi yang kaya dan yang miskin tak memiliki apa-apa. Kami melihat hutan Amazon terbakar dan Artik mencair. Para pemimpin akan mendengar kita," tutupnya.
KTT G7 yang digelar di Prancis pada akhir pekan ini diramalkan akan berakhir tanpa pernyataan bersama, termasuk untuk mengatasi ketegangan dagang yang sedang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang terjadi setahun belakangan ini.
Kemungkinan tersebut juga menggarisbawahi keretakan pendapat antara negara G7 terkait kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Sangat penting bagi semua orang untuk menciptakan pemahaman bersama melalui debat yang menyeluruh. Tetapi sulit untuk mengirim pesan ke seluruh dunia ketika sebuah komunike tidak akan dikeluarkan," kata pejabat itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/8). (mik)