Trump Luncurkan SpaceCom, Komando Militer Luar Angkasa AS

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 14:28 WIB
Trump Luncurkan SpaceCom, Komando Militer Luar Angkasa AS Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Jim Young)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump resmi meluncurkan komando militer luar angkasa Amerika Serikat yang dikenal dengan Space Command atau SpaceCom pada Kamis (29/8).

"Ini adalah hari penting yang menjadi tanda pengakuan terkait pentingnya ruang angkasa bagi keamanan dan pertahanan Amerika," kata Trump di Gedung Putih.

"SpaceCom akan memastikan bahwa dominasi Amerika di ruang angkasa tidak akan pernah terancam," ujarnya menambahkan.



SpaceCom akan menjadikan luar angkasa sebagai salah satu fokus area pertahanan militer AS layaknya komando militer AS di Pasifik dan Timur Tengah yang selama ini ditugaskan menegaskan kehadiran angkatan bersenjata Amerika di kawasan-kawasan tersebut.

Selama ini, Kementerian Pertahanan AS membagi militer ke dalam tiga unit yakni angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. 

Dilansir AFP, dengan kehadiran SpaceCom, komando tersebut akan lebih terfokus pada pengembangan sistem pertahanan khusus dan pelatihan perang militer AS di luar angkasa layaknya film "Star Wars".

Trump menunjuk Jenderal Angkatan Udara AS, John Raymond, untuk memimpin SpaceCom. Dalam pidatonya, Raymond menuturkan pembentukan komando militer luar angkasa diperlukan karena musuh-musuh AS juga telah membuat komando militer serupa.

Ia menuturkan musuh-musuh AS telah memfokuskan diri untuk mempersiapkan kemungkinan pertarungan di luar angkasa sebagai perluasan dari jenis konflik selama ini.

"Saya yakin bahwa ruang angkasa sudah menjadi domain perang. Saya yakin sekarang cara hidup dan perang kita bergantung pada kekuatan kita di luar angkasa," kata Raymond seperti dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Rencana AS membentuk angkatan militer luar angkasa ini kian ramai dibicarakan sejak awal 2019. Pada Februari lalu, Trump juga telah meneken perintah eksekutif pembentukan Angkatan Luar Angkasa.

Dengan perintah ini, para pembuat kebijakan AS dapat mulai meletakkan dasar legislasi untuk membentuk Angkatan Luar Angkasa sebagai cabang militer baru yang setara dengan Marinir.


Memo tersebut memerintahkan Pentagon "menghimpun sumber daya luar angkasa untuk menangkis dan melawan ancaman di luar angkasa" melalui pembentukan Angkatan Luar Angkasa di bawah Angkatan Udara.

Angkatan Luar Angkasa ini akan menjadi sayap bersenjata militer yang terdiri dari "fungsi tarung dan pendukung pertarungan yang memungkinkan perlawanan kuat dan operasi pertahanan luar angkasa."


Pemerintahan AS memasang target Angkatan Luar Angkasa ini harus terbentuk paling lambat pada 2020 mendatang. (rds/dea)