Presiden Iran Tegaskan Tak Akan Berdialog Lagi dengan AS

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 17:33 WIB
Presiden Iran Tegaskan Tak Akan Berdialog Lagi dengan AS Presiden Hassan Rouhani menegaskan Iran tidak akan pernah berunding lagi dengan Amerika Serikat secara bilateral. (Reuters/Danish)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Hassan Rouhani menegaskan Iran tidak akan pernah berunding lagi dengan Amerika Serikat secara bilateral.

"Tidak ada keputusan yang diambil untuk menggelar dialog dengan AS. Memang telah banyak tawaran untuk menggelar dialog, tapi jawaban kami tetap negatif," kata Rouhani dalam sesi dengar pendapat dengan parlemen Iran yang disiarkan langsung, Selasa (3/9).
Rouhani menuturkan Iran masih mempertimbangkan untuk berunding lagi dengan AS secara multilateral jika Presiden Donald Trump menarik seluruh sanksi yang dijatuhkan atas Teheran.

"Jika Amerika mencabut seluruh sanksi maka semuanya akan seperti semula, di mana AS bisa bergabung dalam pertemuan multilateral yang juga dihadiri Iran bersama negara anggota perjanjian nuklir 2015 lainnya," ucap Rouhani.


Dilansir Reuters, Rouhani juga menekankan Uni Eropa, yang selama ini berupaya menjadi penengah, untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 dalam waktu dekat. Jika tidak, Teheran akan kembali mengembangkan komitmen nuklirnya.

"Jika negara Eropa dapat membeli minyak kami dan kami dapat memiliki akses kepada sistem keuangan kami, itu akan meredakan dan memudahkan situasi, dan kami dapat sepenuhnya mengimplementasikan kesepakatan," kata Rouhani.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan itu diutarakan Rouhani menyusul tawaran Trump untuk bertemu demi meredakan ketegangan antara Iran-AS.

Trump mengumumkan hal itu setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa ia siap memfasilitasi pertemuan tatap muka keduanya di sela KTT G7 pada akhir Agustus lalu.

Trump sendiri yakin Rouhani juga ingin bertemu demi meredakan ketegangan antara AS dan Iran selama beberapa bulan belakangan.

Meski ingin bertemu Rouhani, Trump tetap menerapkan tekanan penuh dan berkeras tak ingin mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran tersebut. (rds/has)