China Disebut Dukung Pembatalan RUU Ekstradisi Hong Kong

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 14:46 WIB
China Disebut Dukung Pembatalan RUU Ekstradisi Hong Kong Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan China mendukung pencabutan RUU ekstradisi yang memicu demonstrasi besar-besaran selama tiga bulan belakangan. (AFP Photo/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan bahwa China mendukung keputusan pemerintahannya untuk mencabut rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang memicu demonstrasi besar-besaran selama tiga bulan belakangan.

"Dalam setiap prosesnya, Pemerintah Pusat China memahami mengapa kami harus melakukannya. Mereka menghormati pandangan saya, dan mereka selalu mendukung saya," ujar Carrie seperti dikutip Reuters, Kamis (5/9).

Carrie melontarkan pernyataan ini ketika ditanya alasan pemerintah Hong Kong begitu lama mengambil keputusan untuk mencabut RUU tersebut hingga unjuk rasa terlanjur meluas.
Berkelit dari pertanyaan itu, Carrie malah menjelaskan bahwa pemerintah juga akan berupaya membuka dialog dengan masyarakat untuk membahas solusi dari segala permasalahan dalam kehidupan mereka.


"Kami harus mencari cara untuk mengatasi ketidakpuasan dalam masyarakat dan mencari solusinya," ucap Carrie.

Pengumuman pembatalan RUU ini sendiri belum diketahui bakal membantu meredakan ketegangan di Hong Kong atau tidak.
Tak lama setelah kabar ini beredar, indeks saham Hong Kong meningkat 3,3 persen. Indeks properti juga melonjak 6 persen.

Namun, para aktivis pro-demokrasi tetap menyerukan demonstrasi untuk mendesak agar pemerintah Hong Kong memenuhi tuntutan mereka yang lain, bahkan menuntut kemerdekaan penuh dari China.

Secara keseluruhan, ada lima poin tuntutan demonstran. Selain pencabutan RUU ekstradisi, mereka juga menuntut agar unjuk rasa mereka tak disebut kerusuhan, pembebasan semua demonstran yang ditahan, penyelidikan dugaan kebrutalan polisi, dan hak warga untuk menentukan pemimpin.

[Gambas:Video CNN]

Tokoh pro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, pun tetap menggelar demonstrasi di depan Hong Kong University pada Kamis pagi bersama 100 mahasiswa medis.

"Kami semua menderita akibat bencana kemanusiaan yang disebabkan pemerintah dan pasukan kepolisian. Lima tuntutan, harus dipenuhi. Bebaskan Hong Kong, saatnya revolusi bagi kami!" kata Joshua.

China sendiri dinilai sangat berhati-hati dalam menanggapi pergolakan di Hong Kong ini. Meski dilaporkan mengerahkan militer ke perbatasan dengan Hong Kong, mereka tetap menyatakan dukungan bagi Carrie.

"Kami menegaskan dukungan untuk pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, dalam memimpin pemerintahan SAR (Kawasan Administrasi Khusus)," ujar juru bicara Kantor Hubungan Macau dan Hong Kong, Yang Guang, seperti dikutip AFP. (has/has)