Gudang Uang Eks Diktator Sudan Terungkap dalam Sidang

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 14:15 WIB
Gudang Uang Eks Diktator Sudan Terungkap dalam Sidang Mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir. (REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan presiden Sudan, Omar al-Bashir, terungkap menyimpan jutaan mata uang lokal dan asing selama masa kepemimpinannya. Duit itu dia sembunyikan di sebuah ruangan di ruang Istana Kepresidenan dan hanya dia yang memegang kuncinya.

Fakta itu terungkap dalam sidang dugaan korupsi Al-Bashir yang digelar di Ibu Kota Khartoum, pada Sabtu (7/9) pekan lalu. Menurut pengakuan saksi, Al-Bashir memberikan US$11,8 juta (atau setara Rp166,2 miliar) kepada berbagai institusi secara pribadi. Termasuk kepada kepala deputi Pasukan Pendukung Cepat (RSF) dan Universitas Internasional Afrika.


"Al-Bashir hanya satu-satunya orang yang memiliki akses ke dalam ruangan di mana uang ditemukan. Misi saya hanyalah mengirimkan uang tunai sesuai apa yang diperintahkan olehnya," ujar mantan kepala Kantor Kepresidenan periode 2015-2018, Jenderal Mayor Yassir Bashir, seperti dilansir CNN, Senin (9/9).


Yassir kemudian menambahkan Al-Bashir memberikan kepala deputi RSF, Abdul Rahim Dagalo, uang sebesar US$5,5 juta (atau kurang lebih Rp77,6 miliar). Dagalo diketahui memiliki saudara laki-laki yang memimpin kelompok paramiliter tersebut, dan dipercaya merupakan jenderal paling berpengaruh di Sudan.

Pemimpin RSF, Mohammed Hamdan Dagalo atau Hemedti, hadir pada saat penyerahan uang tunai. Namun saksi yang dihadirkan pengadilan tidak dapat menghadirkan bukti kuitansi US$5,5 juta di antara berbagai bukti tanda terima uang tersebut.


"Saya tidak diberikan kertas kuitansi dari jumlah uang yang dikirimkan," ujarnya.

Al-Bashir juga memberikan US$5 juta (atau setara Rp70,4 miliar) kepada pihak administrasi universitas yang diatur partai Kongres pimpinannya. Selain itu, ia juga memerintahkan pemberian uang sebesar US$222 ribu (Rp3,1 miliar) kepada pejabat militer dan warga sipil.

Saksi kedua yang merupakan seorang akuntan di universitas tersebut mengonfirmasi kuitansi sebesar US$5 juta tersebut yang disediakan sebagai "bantuan" dari mantan presiden tersebut.

Al-Bashir digulingkan dalam kudeta pada April lalu setelah melalui pergolakan panjang oleh masyarakat. Dia dituduh korupsi dan kepemilikan mata uang asing ilegal.

[Gambas:Video CNN]

Mantan presiden tersebut ditahan di penjara Khartoum yang terkenal kejam. Penjara itu adalah tempat pembuangan sejumlah lawan politik Bashir selama masa pemerintahannya dalam tiga dasawarsa.

Pengadilan Bashir dilanjutkan hingga Sabtu mendatang. (fls/ayp)