China Marah Besar Menlu Jerman Bertemu Aktivis Hong Kong

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 20:13 WIB
China Marah Besar Menlu Jerman Bertemu Aktivis Hong Kong Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bertemu aktivis Hong Kong Joshua Wong. (Michael Kappeler/dpa via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China marah besar setelah Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bertemu dengan aktivis muda pro demokrasi Hong Kong Joshua Wong.

Wong bertemu Maas di Berlin pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh surat kabar Jerman BILD pada Senin (9/9).

Wong tiba di Berlin setelah ditahan selama 24 jam di Bandara Hong Kong karena diduga melanggar ketentuan jaminan.



Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan negaranya "sangat tidak puas dan dengan tegas menentang" Jerman mengizinkan Wong bertemu dengan menteri luar negeri mereka.

"China telah mengajukan pernyataan tegas kepada pihak Jerman," kata Hua dikutip dari Reuters.

Kata dia, Hong Kong adalah urusan internal dan tidak satupun pemerintah asing, organisasi atau individu yang boleh ikut campur.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Hua, dalam lawatan ke China pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel juga dengan jelas mengatakan bahwa dia menentang kekerasan dan mendukung "satu negara, dua sistem".

Hong Kong, bekas koloni Inggris, dikembalikan kepada China pada 1997 berdasarkan formula "satu negara, dua sistem", yang menjamin kebebasan yang tidak dinikmati di China daratan.

"Kita tidak bisa tidak bertanya, apa tujuan pihak Jerman dalam mengizinkan Joshua Wong datang ke Jerman saat ini dan bertemu dengan Menteri Maas?"


China mendesak Jerman menepati janjinya dan tidak berkomunikasi dengan kelompok separatis Hong Kong.

China juga meminta Maas mematuhi aturan serta tidak menjadi "perusak" hubungan.

Sepak terjang Wong sebagai aktivis dimulai pada usia 12 tahun. Dia lantas ikut terlibat dalam 'Gerakan Payung' pada 2014, yang dibubarkan oleh aparat.

Wong sudah sering merasakan dijebloskan ke penjara. Namun, dia menyatakan tidak kapok dan akan terus berjuang demi mempertahankan demokrasi di Hong Kong.


Wong juga tetap menuntut supaya pemimpin Hong Kong Carrie Lam, mundur. Sebab, sampai saat ini hanya satu tuntutan para pengunjuk rasa yang dipenuhi, yakni pencabutan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.

Sedangkan tuntutan lainnya ditolak Lam. Yakni membebaskan para aktivis yang ditahan saat demonstrasi, yang sudah mencapai 1,100 orang, menggelar penyelidikan mandiri terhadap dugaan kekerasan polisi, dan meminta Lam mundur. (dea)