AS Kenakan Sanksi Ekonomi Bagi Tokoh Kelompok Teroris

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 04:10 WIB
AS Kenakan Sanksi Ekonomi Bagi Tokoh Kelompok Teroris Ilustrasi (Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengumumkan sanksi ekonomi terhadap 'sejumlah besar teroris dan pendukung mereka'. Hal ini diungkap Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada malam peringatan 18 tahun serangan 11 September dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (10/9).

Teroris yang disasar termasuk kelompok Palestina Hamas dan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Sasaran tersebut termasuk 15 pemimpin, individu dan entitas yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok seperti Hamas, al Qaeda, Negara Islam dan IRGC Iran.

Penerapan sanksi ini dilakukan menggunakan kebijakan baru dari pemerintahan Presiden Donald Trump.


"Sejak serangan mengerikan 11 September, pemerintah AS telah memfokuskan kembali upaya kontraterorismenya untuk terus beradaptasi dengan ancaman yang muncul," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam pernyataan itu.

"Perintah Eksekutif anti-terorisme modern dari Presiden Trump telah meningkatkan otoritas yang kami gunakan untuk menargetkan keuangan dari kelompok-kelompok teror dan para pemimpin mereka untuk memastikan mereka sekuat mungkin," kata Mnuchin.

Para pemimpin yang disetujui termasuk Zaher Jabarin yang berbasis di Turki, kepala kantor keuangan Hamas; dan Muhammad Sa'id Izadi, kepala kantor Palestina IRGC-Quds Force di Lebanon.

Sasaran juga termasuk anggota Al Qaeda yang berbasis di Brasil, warga negara Maladewa yang merekrut cabang Negara Islam yang aktif di Afghanistan, dan seorang agen afiliasi Negara Islam di Filipina, kata pernyataan itu.

Beberapa rumah pertukaran, dan perusahaan perhiasan di Turki selatan, juga masuk dalam sasaran Departemen Keuangan.

Dengan adanya sanksi ini, properti apa pun yang mungkin dimiliki oleh para target di Amerika Serikat, akan diblokir. Selain itu, orang-orang AS juga akan dilarang melakukan transaksi bisnis dengan mereka. (eks)