Malaysia Tawarkan Bantuan Tangani Karhutla di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 10:55 WIB
Malaysia Tawarkan Bantuan Tangani Karhutla di Indonesia Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia mengaku sudah menawarkan bantuan bagi Indonesia untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

"Malaysia akan terus berupaya membuat hujan buatan jika situasi memungkinkan dan mengirimkan bantuan bagi Indonesia bila mereka mau menerima," ujar Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia (Mestecc), Yeo Bee Yin.

Namun, Yeo tak merinci lebih lanjut jenis bantuan yang ditawarkan kepada Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Yeo juga mengatakan bahwa ia dan sejumlah menteri lainnya sudah menegaskan kembali keprihatinan atas dampak kabut asap akibat karhutla Indonesia yang turut mencemari udara mereka.


"Sore ini, wakil menteri Mestecc, pejabat Kementerian Luar Negeri, dan saya menemui Minister Counsellor Agus Badrul jamal dan Konsul Informasi Publik urusan Sosial dan Budaya KBRI," kata Yeo melalui pernyataan di Facebook, Selasa (10/9).

Yeo menuturkan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zainal Abidin Bakar, juga telah menemui sejumlah pejabat senior pada Senin pekan ini untuk membahas kabut asap karhutla yang sampai sekarang menyelimuti sebagian wilayah Malaysia.
Yeo menuturkan pejabat senior Indonesia telah menyampaikan komitmen mereka untuk menangani penyebaran kabut asap dengan mengerahkan 2.900 personel dan 1.677 sukarelawan untuk memadamkan kebakaran hutan.

Sebanyak 1.994 personel dikerahkan menangani karhutla di Sumatera, sementara 860 orang lainnya dikerahkan memadamkan kebakaran lahan di Kalimantan.

Dilansir New Straits Times, Yeo juga mengatakan otoritas Indonesia telah mengerahkan 16 helikopter untuk membawa bom-bom air yang akan dijatuhkan ke sejumlah titik api di Kalimantan.

"Pemerintah Indonesia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait untuk memastikan langkah konkret telah diambil untuk menyelesaikan sumber masalah karhutla," tutur Yeo.

Penyebaran kabut asap terus memburuk menyusul peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tahun ini, terutama selama musim kemarau. (rds/has)