KILAS INTERNASIONAL

Kabut Asap Sergap Malaysia hingga Jepang Ubah Cara Tulis Nama

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 06:25 WIB
Kabut Asap Sergap Malaysia hingga Jepang Ubah Cara Tulis Nama Ilustrasi kabut asap. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai kabut asap di Malaysia yang memaksa sekolah diliburkan hingga Jepang mengubah cara penulisan nama dalam bahasa Latin meramaikan berita internasional pada Senin (9/9).

1. Gara-gara Kabut Asap, Sekolah di Malaysia Diliburkan

Mengawali pekan ini, seluruh sekolah di Sarawak, Malaysia, tak beroperasi karena kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah itu.


Para kepala sekolah diminta melapor ke dinas pendidikan kabupaten masing-masing perihal penutupan tersebut.
Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat kebakaran lahan yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

"Sekolah-sekolah dapat kembali dibuka ketika API telah berada di bawah 200," demikian pernyataan Departemen Pendidikan Kota Sarawak.

Meski demikian, surat edaran Departemen Pendidikan memastikan ujian sekolah tetap dilakukan sesuai jadwal. Namun, dewan pengujian akan menunda ujian jika indeks API mencapai lebih dari 300.

2. Bentrok Perayaan Muharam, India Terapkan Jam Malam di Kashmir

Sementara itu, situasi juga memanas di India sampai-sampai pemerintah setempat harus menerapkan jam malam karena bentrokan di Kashmir antara apara dan warga saat perayaan tahun baru Islam atau Muharam.

Bentrokan bermula pada Sabtu (7/9), ketika aparat mencoba menghentikan gelaran perayaan Muharam di Kashmir. Dilansir Reuters, sejumlah personel India dilaporkan menembakkan gas air mata ke arah massa yang berkeras melanjutkan prosesi.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah pejabat lokal melaporkan setidaknya 12 warga dan 6 tentara terluka akibat bentrokan yang berlangsung pada Sabtu (7/9) malam ketika umat Muslim di Kashmir tengah merayakan upacara tradisional bulan Muharam.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri India tak bisa dimintai keterangan terkait insiden itu. Namun, penasihat keamanan nasional India mengatakan "pembatasan mobilisasi warga yang beralasan dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan perdamaian."

3. Jepang Ubah Cara Penulisan Nama dalam Huruf Latin

Masih di kawasan Asia Pasifik, Jepang menarik perhatian karena dilaporkan bakal mengubah cara penulisan nama dalam bahasa Latin.

Selama ini, Jepang menerapkan cara penulisan nama seperti budaya Barat, yaitu nama keluarga di belakang. Namun kini, pemerintah Jepang memutuskan untuk menempatkan nama keluarga di awal setiap penulisan.

"Di era globalisasi ini sangat penting untuk mengakui keberagaman bahasa yang diproses setiap manusia. Akan lebih baik pula untuk mengikuti tradisi Jepang ketika menuliskan nama warga Jepang dalam huruf latin," kata Menteri Pendidikan Jepang, Masahiko Shibayama, seperti dikutip Japan Times pada Senin (9/9).
Shibayama mengusulkan gagasan itu dan ternyata mendapat dukungan dari menteri-menteri lainnya dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam sebuah rapat pada Jumat pekan lalu.

Wacana perubahan cara penulisan ini sebenarnya sudah ada sejak 2000 lalu. Saat itu, Lembaga Budaya Jepang meminta instansi-instansi pemerintahan, sekolah, dan universitas, hingga kantor media di Jepang untuk menerapkan aturan penulisan nama tersebut, tapi tidak diterapkan secara luas. (has/has)