Menlu Jerman Temui Aktivis Hong Kong, China Panggil Dubes

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 18:37 WIB
Menlu Jerman Temui Aktivis Hong Kong, China Panggil Dubes Aktivis Hong Kong, Joshua Wong. (REUTERS/Bobby Yip)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China murka karena Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, bertemu dengan aktivis pro demokrasi Hong Kong, Joshua Wong. Mereka lantas meminta klarifikasi hal itu dengan memanggil duta besar Jerman untuk China.

"Duta besar Jerman dipanggil ke Beijing oleh kementerian luar negeri," kata Duta Besar China untuk Jerman, Wu Ken, seperti dilansir AFP, Kamis (12/9).


Hal itu terjadi setelah Wong dan Maas bertemu dalam sebuah acara yang digelar di Parlemen Federal Jerman (Bundestag) oleh surat kabar Bild. China dilaporkan sudah berulang kali mendesak Jerman untuk tidak mengizinkan Wong masuk ke negara itu.


"Saya hanya bisa mengatakan China sangat kecewa, dan kami memprotes hal itu. Peristiwa ini akan berdampak sangat buruk terhadap hubungan kedua negara," ujar Wu.

Wu menyatakan tidak memahami maksud dari parlemen Jerman mengundang Wong untuk berbicara dalam ajang itu. Dia menyatakan hal ini justru bisa merusak hubungan antara Negeri Tirai Bambu dan Negeri Panser.

"Dalam kasus ini kami belum mengetahui apa tujuan para politikus itu, apakah mereka benar-benar prihatin atau hanya menyiram bensin di atas api untuk mendapat keuntungan politik," ujar Wu.


Dalam ajang itu, Wong menyatakan dia bukan separatis yang ingin memisahkan Hong Kong dari China. Dia menyatakan aspirasinya adalah hanya ingin supaya Hong Kong tetap demokratis dan bisa memilih pemimpin mereka tanpa terlampau banyak diatur oleh China.

"Sebelum 1997, Beijing menjanjikan warga Hong Kong berhak untuk melakukan pemilu yang bebas, jadi kami akan terus berjuang sampai kami benar-benar merasakan demokrasi," kata Wong.

"Sebagian kalangan melabeli saya sebagai separatis. Saya ingin memperjelas, Hong Kong meminta reformasi pemilu. Kami berharap bisa memilih wakil kami di pemerintahan. Kami berharap bisa memilih pemimpin eksekutif Hong Kong," ujar Wong.

Setelah kunjungan ke Jerman, Wong bakal mampir ke Amerika Serikat pada Jumat besok.

Sepak terjang Wong sebagai aktivis dimulai pada usia 12 tahun. Dia lantas ikut terlibat dalam 'Gerakan Payung' pada 2014, yang dibubarkan oleh aparat.

Wong kerap kali dijebloskan ke penjara. Namun, dia menyatakan tidak kapok dan akan terus berjuang demi mempertahankan demokrasi di Hong Kong.

[Gambas:Video CNN]

Wong juga tetap menuntut supaya pemimpin Hong Kong Carrie Lam, mundur. Sebab, sampai saat ini hanya satu tuntutan para pengunjuk rasa yang dipenuhi, yakni pencabutan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.

Sedangkan tuntutan lainnya ditolak Lam. Yakni membebaskan para aktivis yang ditahan saat demonstrasi, yang sudah mencapai 1,100 orang, menggelar penyelidikan mandiri terhadap dugaan kekerasan polisi, dan meminta Lam mundur. (ayp/ayp)