Mahathir Akan Surati Jokowi soal Kisruh Kabut Asap Karhutla

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 17:57 WIB
Mahathir Akan Surati Jokowi soal Kisruh Kabut Asap Karhutla PM Malaysia Mahathir Mohamad saat bertemu Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad disebut akan menyurati Presiden Jokowi untuk mengungkapkan kekhawatirannya terkait kabut asap kebakaran hutan yang telah mencemari sebagian wilayah Negeri Jiran.

"Saya telah membahas hal ini dengan PM Mahathir dan dia setuju untuk menulis surat kepada Presiden Jokowi demi menarik perhatiannya terhadap masalah kabut asap lintas batas," kata Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Yeo Bee Yin kepada wartawan di Kuala Lumpur, Kamis (12/9).

Dilansir Reuters, Yeo menuturkan kantor Mahahtir tengah mempersiapkan surat tersebut dan akan segera dikirim kepada Jokowi.



Penyebaran kabut asap terus memburuk menyusul peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tahun ini, terutama selama musim kemarau. 

Malaysia bahkan meliburkan setidaknya 409 sekolah di Sarawak akibat penyebaran kabut asap karhutla yang dinilai datang dari Kalimantan dan Sumatera.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya tak terima Malaysia hanya menyebut asap karhutla yang menutupi Kuala Lumpur hanya berasal dari wilayah Indonesia. Menurut dia, asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya. 

[Gambas:Video CNN]

Mengutip data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik. 

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Tak tinggal diam, Yeo menyindir Siti agar berhenti menyangkal fakta bahwa kabut asap karhutla di Kalimantan dan Sumatera telah mencemari udara negara tetangga termasuk Malaysia.


Merujuk pada data Badan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), Yeo menunjukkan bahwa jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya ada tujuh.

Yeo juga memaparkan pantauan ASMC yang menunjukkan arah angin memungkinkan kabut asap karhutla Indonesia mengarah ke Malaysia.

"Seperti klaim (Siti Nurbaya) bahwa kabut berasal dari Sarawak, lihat saja arah angin. Bagaimana arah angin memungkinkan (menggiring kabut asap ke Malaysia) secara logika?" kata Yeo seperti dikutip The Star.


"Biarkan data yang berbicara dengan sendirinya. Menteri (Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI) Siti Nurbaya Bakar seharusnya tidak menyangkal," ujarnya menambahkan. (rds/dea)