Wakil PM Malaysia Akan Hadiri Pemakaman Habibie

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 10:05 WIB
Wakil PM Malaysia Akan Hadiri Pemakaman Habibie Wakil PM Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, akan menghadiri pemakaman presiden ke-3 Indonesia, Bucharuddin Jusuf Habibie, yang digelar hari ini, Kamis (12/9). (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, akan menghadiri pemakaman presiden ke-3 Indonesia, Bucharuddin Jusuf Habibie, yang digelar hari ini, Kamis (12/9).

"Ibu Dr Wan Azizah akan ke Jakarta pagi ini jam 10:30 pagi untuk hadir ke pemakaman Pak BJ Habibie," ujar seorang asisten Wan Azizah kepada CNNIndonesia.com.

Ia kemudian mengonfirmasi Wan Azizah akan ikut serta dalam prosesi pemakaman Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada siang ini.
Namun, ia tak dapat memastikan kehadiran Anwar Ibrahim, suami Wan Azizah yang menjabat sebagai pemimpin partai terbesar dalam koalisi penguasa Malaysia, Parti Keadilan Rakyat (PKR).


Seorang asisten Anwar, Fathurrahman Mahfudz, mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa politikus kelahiran 72 tahun silam itu tidak akan menghadiri pemakaman Habibie karena saat ini masih berada di Hong Kong.

Anwar dikenal menjalin hubungan erat dengan Habibie. Tokoh reformasi Malaysia itu mengaku belajar banyak dari Habibie sebagai orang yang memimpin Indonesia di masa transisi dari Orde Baru menuju Reformasi.
Saat Habibie dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto pukul 18.05 WIB, Anwar pun langsung mengucapkan belasungkawa. Dalam pernyataan yang dilansir di Facebook itu, Anwar menyebut Habibie seperti keluarganya sendiri.

"BJ Habibie seorang individu yang saya anggap sebagai keluarga dan (beliau) sangat prihatin tentang derita yang saya lalui semasa saya selesai operasi, bebas dari penjara," kata Anwar.

[Gambas:Instagram]

Kedua pemimpin ini memang menjalin relasi pribadi yang sangat dekat sampai-sampai disebut bak bapak dan anak.

Dua hari sebelum Anwar dibui pada 2015 lalu, Habibie bahkan disebut sempat menawarkan sang pejuang reformasi Malaysia itu menginap di rumahnya dan tidak usah kembali dulu ke Negeri Jiran. (has/has)