Kilas Internasional

Respons RI soal Isu Papua hingga Iran Janji Perang Total

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 06:28 WIB
Respons RI soal Isu Papua hingga Iran Janji Perang Total Suasana Kota Jayapura, Papua saat kerusuhan pecah. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Respons Indonesia soal pernyataan dua negara terkait isu Papua di Dewan HAM PBB hingga Iran berjanji akan perang total jika diserang usai insiden di kilang minyak Arab Saudi meramaikan kabar dunia pada Kamis (19/9).

1. Indonesia Respons Pernyataan Dua Negara soal Papua di HAM PBB

Pemerintah Indonesia merespons pernyataan Vanuatu dan Kepulauan Solomon soal isu Papua di Dewan HAM PBB di Jenewa.

Isu Papua diangkat kedua negara melalui pernyataan bersama yang disampaikan di sesi terbaru Dewan HAM PBB oleh Wakil Tetap Vanuatu di Jenewa, Sumbue Antas pada 17 September 2019.



Duta Besar RI di Jenewa Hasan Kleib meyakini rasialisme dan diskriminasi tidak memiliki ruang di negara demokratis Indonesia yang majemuk.

2. Kabut Asap Karhutla Indonesia Sudah Serbu Thailand

Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia dan Malaysia dilaporkan juga menyelimuti Thailand bagian selatan. Penduduk setempat mengeluhkan kondisi udara yang tidak sehat dan harus menggunakan masker sepanjang hari.


Seperti dilansir Associated Press, Kamis (19/9), lembaga penelitian Pemantau Kabut Asap Selatan Thailand sudah menerbitkan peringatan bagi warga setempat. Mereka menyatakan penduduk di wilayah Songkhla, Satun, Yala dan Pattani supaya untuk sementara waktu tidak berkegiatan atau mengurangi aktivitas di lu

3. Iran Janji Perang Total Jika Diserang Usai Insiden Aramco

Pemerintah Iran menyatakan bakal melawan habis-habisan jika diserang setelah dituduh bertanggung jawab terkait insiden serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua kilang perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco. Sebab, sampai saat ini mereka menyangkal menjadi dalang serangan itu.

[Gambas:Video CNN]

"(Kami akan) perang total dan akan menyebabkan korban yang banyak," kata Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, seperti dilansir Associated Press, Kamis (19/9). (dea)