Iran Janji Perang Total Jika Diserang Usai Insiden Aramco

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 05:32 WIB
Iran Janji Perang Total Jika Diserang Usai Insiden Aramco Ilustrasi Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. (REUTERS/Ahmed Saad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menyatakan bakal melawan habis-habisan jika diserang setelah dituduh bertanggung jawab terkait insiden serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua kilang perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco. Sebab, sampai saat ini mereka menyangkal menjadi dalang serangan itu.

"(Kami akan) perang total dan akan menyebabkan korban yang banyak," kata Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, seperti dilansir Associated Press, Kamis (19/9).


Zarif melontarkan pernyataan itu sebagai tanggapan atas ujaran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. Pompeo menyatakan menganggap serangan drone terhadap kilang minyak Arab Saudi, yang merupakan sekutu AS, sebagai sebuah ajakan berperang dari Iran.


"Saya memberi pernyataan serius karena kami tidak ingin terlibat dalam konfrontasi militer. Namun, kami tidak akan lengah untuk mempertahankan wilayah," kata Zarif.

Pompeo mengatakan itu dalam lawatannya ke Arab Saudi tak lama setelah insiden itu terjadi. Dia juga melakukan kunjungan ke sejumlah negara sekutu di kawasan Timur Tengah untuk mencari dukungan, salah satunya kepada Uni Emirat Arab.


Presiden AS, Donald Trump, juga mendesak Kementerian Keuangan memperberat sanksi terhadap Iran, selepas insiden itu. Namun, Zarif menyatakan sanksi itu tidak bakal mempan.

"Mereka (AS) bisa berbuat semaunya dan mereka tetap tidak bisa membuat kami bertekuk lutut," ujar Zarif.

Dalam kunjungan ke UEA, Pompeo menemui Putra Mahkota Syekh Muhammad bin Zayid Al Nahyan. Dalam dialog itu, Zayid menyatakan UEA akan bergabung dengan patroli maritim terpadu yang dipimpin AS, di Selat Hormuz.

[Gambas:Video CNN]

UEA juga salah satu pihak yang terlibat dalam perang Yaman, melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Kelompok milisi itu yang mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan ke kilang minyak Saudi Aramco pekan lalu. (ayp/ayp)