Aktivis Iklim Greta Thunberg Dihina di Acara Televisi AS

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 10:02 WIB
Aktivis Iklim Greta Thunberg Dihina di Acara Televisi AS Aktivis Greta Thunberg. (AFP Photo/Fabrice Coffrini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengamat kalangan konservatif Amerika Serikat menghina aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg (16), dengan menyebutnya mengidap gangguan jiwa dalam sebuah acara bincang-bincang di stasiun televisi Fox. Alhasil, stasiun televisi itu harus menyampaikan permintaan maaf kepada Greta dan para pemirsa.

Seperti dilansir CNN, Rabu (25/9), cibiran terhadap Greta disampaikan oleh salah satu pembicara yang diundang dalam acara "The Story with Martha MacCallum", Michael Knowles. Tokoh sayap kanan itu diminta mengomentari sebuah editorial yang diterbitkan oleh stasiun televisi Bloomberg tentang pentingnya mengurangi konsumsi daging.


"Semua hal itu tidak penting karena histeria gerakan perubahan iklim sebenarnya tidak berpijak kepada ilmu pengetahuan. Jika hal itu terkait sains, maka tidak mungkin dipimpin politikus atau seorang anak yang mengalami gangguan jiwa yang dieksploitasi oleh orang tuanya dan gerakan sayap kiri di dunia," kata Knowles dalam acara itu.


Seorang pembicara lain dari kelompok progresif yang diundang dalam acara itu, Christopher Hahn, langsung memotong pernyataan Knowles.

"Seharusnya Anda malu. Anda sudah dewasa dan mencemooh anak-anak. Memalukan," kata Hahn.

Potongan tayangan komentar Knowles itu beredar cepat di dunia maya dan menuai kecaman. Karena hal itu Fox lantas menerbitkan permintaan maaf.


"Pernyataan yang disampaikan Michael Knowles yang menjadi bintang tamu dalam acara The Story sungguh memalukan. Kami meminta maaf kepada Greta Thunberg dan para pemirsa," demikian bunyi pernyataan Fox.

Thunberg memang didiagnosis mengidap sindrom asperger dan obsessive-compulsive disorder (OCD). Sang ibu bahkan khusus menulis buku untuk mengulas hal itu.

Kendati demikian, Greta mengatakan kondisi itu justru menjadi pelecut baginya untuk tetap memperjuangkan idealisme tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

"Diagnosis terhadap kondisi saya justru membuat saya fokus. Ketika saya tertarik terhadap suatu masalah, saya akan terus membaca tentang itu dan menjadi sangat fokus," ujar Greta.

Greta bahkan dengan geram melontarkan kecaman terhadap para pemimpin dunia, yang dia anggap tidak serius dalam bahaya perubahan iklim. Dia menyampaikan pernyataannya di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada Senin (23/9) lalu.

[Gambas:Video CNN]

"Teganya kalian. Kalian mencuri mimpi dan masa kecilku dengan omong kosong kalian. Saya seharusnya tidak di sini. Saya seharusnya di sekolah. Namun, kalian menumpukan harapan kalian ke anak-anak muda. Beraninya kalian," kata Greta. (ayp/ayp)