Redam Gejolak Demo, Pemimpin Hong Kong Gelar Dialog Warga

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 14:53 WIB
Redam Gejolak Demo, Pemimpin Hong Kong Gelar Dialog Warga Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menggelar dialog warga untuk meredam gejolak politik di tengah rangkaian demonstrasi selama tiga bulan belakangan. (Reuters/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kalinya, pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menggelar dialog warga untuk meredam gejolak politik di tengah rangkaian demonstrasi besar-besaran selama tiga bulan belakangan.

Carrie sudah memilih 150 orang dari ribuan warga yang mendaftar untuk berdialog dengannya pada Kamis (26/9). Ia akan meluangkan waktu selama tiga menit untuk setiap orang.
Dalam tatap mata tersebut, Carrie akan mendengarkan keluhan warga yang belakangan memuncak setelah pemerintah menggodok rancangan undang-undang ekstradisi.

"Luka dalam menganga di tengah masyarakat. Akan butuh waktu untuk menyembuhkannya," ujar Carrie sebagaimana dikutip Reuters.


Ia kemudian berkata, "Namun, pemerintah tetap berharap perbincangan ini akan menyelesaikan konflik dan melalui perundingan ini, bisa kembali tercipta ketenangan dan kepercayaan di tengah masyarakat."
Meski Carrie optimistis, sejumlah warga meragukan dialog ini dapat membawa perubahan besar di tengah masyarakat yang sudah terlanjut kecewa dengan pemerintah.

"Mereka tidak mendengarkan ketika 200 ribu warga berdemonstrasi di jalan. Mengapa mereka harus mendengarkan 150 orang?" ucap seorang warga, Poon Yau-lok.

Ratusan ribu warga memang terus turun ke jalan sejak tiga bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah mencabut rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong diadili di wilayah lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

[Gambas:Video CNN]
Berawal dari penolakan RUU ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang hingga menggaungkan tuntutan agar Carrie mundur dan melepaskan Hong Kong dari China.

Meski Carrie sudah menyatakan bakal membatalkan RUU ekstradisi, para demonstran tetap mendesak agar tuntutan mereka dipenuhi.

Hampir setiap hari, mereka menggelar unjuk rasa yang tak jarang berujung ricuh. Hingga kini, terhitung 1.500 orang ditangkap dan diadili. (has/has)