Pimpinan Katolik yang juga orang tuanya adalah seorang imigran itu memang kerap menyoroti persoalan para pencari suaka pada masa keuskupannya tersebut. Ia pun tercatat kerap mengecam kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan politisi anti-imigran di Eropa.
"Perang hanya berdampak pada sebagian kawasan di dunia, namun senjata perang diproduksi dan dijual oleh wilayah dunia lainnya yang mana tidak mau menampung para pengungsi korban konflik yang terjadi tersebut," ujar Paus dalam khotbah di hadapan 40.000 orang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paus yang kini berusia 82 tahun itu juga menyebut dunia saat semakin menyempitkan kesempatan bagi sekelompok orang saja yang 'elitis dan jahat terhadap yang tersisih.'
"Ini artinya menjadi tetangga bagi semua yang teraniaya dan terlantar di jalanan di dunia kitai, menenangkan luka mereka, dan membawa ke penampungan terdekat di mana kebutuhan mereka dapat dipenuhi," ujar Paus.
Usai memberikan khotbah, Paus Fransiskus lalu meresmikan sebuah patung besar di lokasi itu yang menggambarkan sekumpulan imigran dan pengungsi dari beragam keyakinan dan masa berbeda dalam sejarah kemanusiaan.
[Gambas:Video CNN]