Jelang HUT China, Polisi Hong Kong Bubarkan Massa Aksi

CNN Indonesia | Minggu, 29/09/2019 05:20 WIB
Jelang HUT China, Polisi Hong Kong Bubarkan Massa Aksi Polisi Hong Kong melepas gas air mata untuk membubarkan massa aksi yang melempari kantor pemerintah dan memblokade jalan protokol dekat PLA China. (AFP/Lillian SUWANRUMPHA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Hong Kong melepaskan gas air mata dan menembakkan air (water cannon) untuk membubarkan massa aksi yang melempari kantor pemerintah dan memblokade jalan protokol dekat kantor Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, Sabtu (28/9).

Itu adalah rangkaian protes melawan partai berkuasa, Partai Komunis China yang akan merayakan hari jadi 70 tahun Republik Rakyat China, atau hari nasional.

Para demonstran, yang sebagian besar berbusana hitam dan mengenakan penutup wajah itu berlindung di bawah payung saat meriam air ditembakkan polisi. Itu adalah taktik yang biasa mereka gunakan dalam aksi sepanjang lebih dari tiga bulan terakhir.


Selain itu, polisi lalu mulai menembakkan air berwarna biru, yang biasa digunakan untuk memudahkan mengidentifikasi perusuh ketika para demonstran mulai berpencar.

"Sekelompok besar demonstran mencoba menduduki Jalan Harcourt. Mereka juga melemparkan batu-batu ke arah petugas polisi. Tindakan mereka adalah ancaman serius bagi keselamatan siapa pun yang berada di sana," demikian pernyataan polisi Hong Kong seperti dilansir Reuters.

Salah seorang pengunjuk rasa, Sam, mengatakan aksi itu menandai betapa terpuruknya Hong Kong semenjak kembali ke China pada lima tahun lalu.

"Kami akan tetap berjuang bersama untuk mendapatkan kemerdekaan," ujar Sam yang mengenakan topeng.

"Banyak orang berpikir Hong Kong sudah sekarat setelah lima tahun berlalu, tapi masih banyak orang yang akan tetap berjuang demi Hong Kong," sambungnya.

Aksi demonstrasi ini mulai pecah pada Juni lalu setelah munculnya rencana legislasi ekstradisi ke China. Salah satu pemimpin demonstran, Joshua Wong, 22, mengatakan selain di jalan dirinya akan berjuang di meja politik. Joshua mengatakan berencana mengikuti pemilu anggoa dewan distrik lokal Hong Kong pada November mendatang.

"Inilah saatnya untuk membiarkan Kaisar Xi (Presiden China Xi Jinping) menjadi waspada atas pertarungan kita sekarang," kata Joshua, Sabtu.

"Kami berdiri di sini dalam solidaritas, kami berdiri sebagai satu [kekuatan]," sambung Joshua.

Sementara itu pada Minggu (29/8), para demonstran rencananya akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dari Causeway Bay hingga ke kantor pusat pemerintahan di sana.

(Reuters/kid)