Pedemo Hong Kong Siap Aksi Akhir Pekan Jelang HUT China

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 20:35 WIB
Pedemo Hong Kong Siap Aksi Akhir Pekan Jelang HUT China Ilustrasi pedemo Hong Kong. (China Philip FONG/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pedemo Hong Kong kembali merencanakan unjuk rasa di berbagai lokasi pada akhir pekan ini. Aksi itu digelar menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-70 China pada 1 Oktober.

Dilansir Reuters, ribuan orang akan menggelar aksi di Taman Tamar pada Sabtu besok setelah pihak berwenang memberikan izin untuk berkumpul. Taman tersebut berlokasi dekat kantor Majelis Legislatif Hong Kong.


Sedangkan pada Minggu (29/9), mereka akan berunjuk rasa menyambut Hari Anti-Totaliarianisme Global. Demo itu juga digelar serentak di sejumlah kota di dunia yakni Paris, Berlin, Taipei, New York, Kiev dan London.


Para pengunjuk rasa menyatakan berencana melakukan aksi unjuk rasa seharian penuh pada 1 Oktober mendatang. Padahal pemerintah China sudah menyiagakan aparat dan pasukan anti huru-hara di dekat Hong Kong.

Aksi massal tersebut akan dilakukan mulai dari Victoria Park di distrik Causeway Bay sampai Chater Garden, yang berdekatan dengan berbagai kantor pemerintah.

[Gambas:Video CNN]


Selain massa pro demokrasi, aksi unjuk rasa dari masyarakat pro pemerintah China juga akan dilakukan. Kehadiran aksi ini berpotensi memicu kericuhan.

Ratusan ribu warga memang terus turun ke jalan sejak tiga bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah mencabut rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong diadili di wilayah lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.


Berawal dari penolakan RUU ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang hingga menggaungkan tuntutan agar pemimpin eksekutif Carrie Lam mundur dan melepaskan Hong Kong dari China.

Meski Carrie sudah menyatakan bakal membatalkan RUU ekstradisi, para demonstran tetap mendesak agar tuntutan mereka dipenuhi.

Hampir setiap hari, mereka menggelar unjuk rasa yang tak jarang berujung ricuh. Hingga kini, terhitung 1.500 orang ditangkap dan diadili.


Untuk meredam gejolak, Carrie Lam, kemarin menggelar dialog terbuka dengan 150 perwakilan penduduk setempat. Namun, dia dicaci habis-habisan dan hanya mengangguk mendengar kritikan sejumlah warganya. (fls/dea)