Pelajar WNI di Luar Negeri Desak Jokowi Terbitkan Perppu KPK

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 09:29 WIB
Pelajar WNI di Luar Negeri Desak Jokowi Terbitkan Perppu KPK Tak hanya di dalam negeri, mahasiswa Indonesia di negara lain, seperti Malaysia dan Belanda, juga mendesak Joko Widodo untuk menerbitkan Perppu terkait UU KPK. (Dok. PPI Belanda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya di dalam negeri, mahasiswa Indonesia di negara lain, seperti Malaysia dan Belanda, juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait UU KPK.

Dalam pertemuan bertajuk Seruan Gerakan Intelektual Indonesia Memanggil pada Senin (30/9), Aliansi Mahasiswa Indonesia se-Malaysia, menyatakan bahwa pemerintah perlu menerbitkan Perppu untuk menggantikan revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR.
Menurut mereka, revisi UU KPK melemahkan lembaga anti-rasuah itu, terutama dengan keberadaan dewan pengawas yang dipilih berdasarkan persetujuan DPR.

"Mendesak pemerintah atau dalam hal ini Presiden Republik Indonesia untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang KPK," demikian pernyataan sikap aliansi tersebut yang dikutip kantor berita Antara.


Pernyataan ini senada dengan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda yang pada pekan lalu juga mendesak agar Jokowi segera menerbitkan Perppu KPK.

"Lebih jauh, mendesak Presiden untuk segera menerbitkan Peraturan Perundang-Undangan untuk mengkaji ulang substansi UU KPK," demikian pernyataan tertulis PPI Belanda.
Melalui pernyataan tersebut, PPI Belanda juga menyuarakan berbagai tuntutan yang serupa dengan mahasiswa di Indonesia, yaitu penolakan berbagai rancangan undang-undang kontroversial, seperti RUU Pertanahan dan RKUHP.

Mahasiswa di Indonesia sendiri sudah beberapa kali menggelar aksi besar-besaran untuk menyuarakan penolakan mereka tersebut.

Aksi pertama dimulai pada pekan lalu, ketika DPR dijadwalkan mengesahkan RKUHP. Meski presiden sudah meminta agar RKUHP ditunda, mahasiswa tetap berdemonstrasi.

[Gambas:Video CNN]
Tak hanya di Jakarta, demonstrasi serupa juga digelar di sejumlah daerah lain, seperti Makassar, Medan, dan Bandung.

Mahasiswa kembali menggelar aksi yang berujung ricuh pada Senin (30/9), ketika DPR menggelar rapat paripurna terakhir sebelum pelantikan anggota baru.

Kala anggota parlemen baru dilantik hari ini, Selasa (1/10), mahasiswa juga dilaporkan bakal kembali menggelar aksi. (has/has)