Xi Jinping Tegaskan Hong Kong dan Taiwan Milik China

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 11:31 WIB
Xi Jinping Tegaskan Hong Kong dan Taiwan Milik China Presiden China, Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Xi Jinping menegaskan Hong Kong, Makau, dan Taiwan adalah wilayah kedaulatan China. Selain menegaskan kembali kebijakan Satu China, Xi juga menuturkan tidak ada kekuatan yang dapat menggoyahkan fondasi bangsa China.

"Kami akan terus dan sepenuhnya menerapkan prinsip 'Satu Negara, Dua Sistem', di mana warga Hong Kong yang mengelola Hong Kong, warga Makau yang mengelola Makau, dan otonomi tingkat tinggi," kata Xi saat berpidato dalam peringatan 70 tahun Republik Rakyat China di Beijing, pada Selasa (1/10).


"Kami yakin dengan dukungan penuh dari wilayah pusat dan dari rekan-rekan kami di Hong Kong dan Makau, kedua wilayah itu akan makmur dan berkembang bersama dengan China untuk masa depan lebih cerah," paparnya menambahkan.


Dalam pidatonya selama kurang lebih tujuh menit, Xi juga menuturkan China akan terus menjunjung Konsensus 1992, kesepakatan terkait pengalihan kekuasaan atas Taiwan kepada China.

"Kami akan menjunjung tinggi prinsip 'Satu China' dan juga Konsensus 1992, mempromosikan penguatan hubungan damai di Selat Taiwan, dan memperdalam kerja sama ekonomi dan budaya lintas-selat. Reunifikasi penuh dengan kawasan pusat merupakan hal yang tak terbantahkan. Tak ada seorang pun atau pasukan apa pun yang bisa menghentikan kami," ujar Xi.

[Gambas:Video CNN]

Selain berpidato, siang nanti Xi akan mengawasi langsung parade militer besar-besaran di Alun-Alun Tiananmen.

Di kawasan bersejarah itu, Xi Jinping akan menyaksikan langsung pawai 15 ribu tentara dan pameran 580 alutsista mutakhir. Sementara 160 pesawat Angkatan Udara China akan beratraksi di angkasa.

Sejak pagi, puluhan ribu tentara, polisi, jurnalis, hingga pejabat China sudah bersiap di Lapangan Tiananmen untuk melakukan gladi resik terakhir menjelang parade militer besar-besaran.

Sejumlah kru stasiun televisi juga terlihat mulai mencari lokasi terbaik untuk mengambil gambar.


Dikutip AFP, Parade kali ini diperkirakan akan menarik perhatian dunia karena China diperkirakan bakal memamerkan alutsista mutakhir mereka, termasuk rudal balistik Dongfeng 41 yang dapat mencapai wilayah Amerika Serikat dalam waktu 30 menit.

Tak hanya militer, parade ini juga akan diramaikan dengan atraksi dari 100 ribu warga sipil dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, guru, hingga dokter dan pelajar. (rds/ayp)