Asap Selimuti Bangkok, PM Thailand Imbau Warga Pakai Masker

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 21:03 WIB
Asap Selimuti Bangkok, PM Thailand Imbau Warga Pakai Masker PM Prayut Chan-o-cha mengimbau warganya untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah karena kabut asap di Thailand, terutama Bangkok, kian parah. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengimbau warganya untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah karena kabut asap di Thailand, terutama Bangkok, kian parah.

"Pagi ini, tingkat polusi di banyak daerah di Bangkok mencapai PM2,5 yang berarti melebihi level standar. Saya meminta lembaga-lembaga terkait melakukan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya, termasuk meminta kerja sama dari pabrik industri dan kontraktor mengurangi aktivitas yang bisa memperburuk polusi udara," kata Prayut di Twitter, Senin (30/10).

"Bagi warga yang perlu pergi ke luar rumah dimohon untuk menggunakan masker penutup hidung. #Dust PM25."
Dikutip The Straits Times, berdasarkan situs pemantau kualitas udara AirVisual, polusi udara Bangkok mencapai yang terburuk ketiga pada Senin sekitar pukul 09.45 waktu setempat.


Sejumlah pejabat Thailand mengatakan kabut asap yang menebal terjadi akibat pola musim panas saat ini menghambat pergerakan angin.

Peningkatan polusi udara juga disebabkan emisi pabrik-pabrik industri dan aktivitas pembangunan, pembakaran tanaman, hingga asap kendaraan.
Belakangan, sebagian kawasan Asia Tenggara juga diselimuti kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan di Indonesia.

Meski titik api di Indonesia berangsur menurun, kabut asap akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan sempat mencapai wilayah Thailand, terutama kawasan wisata terkenal Phuket.

Selain Phuket, kawasan selatan Thailand juga terperangkap kabut asap dari Indonesia. Asap tebal dilaporkan terlihat di distrik Hat Yai, Songkhla, di mana AQI mencapai 93.

[Gambas:Video CNN]
Tak hanya Thailand, kabut asap akibat karhutla di Indonesia juga sebelumnya dilaporkan sudah mencapai Malaysia dan Singapura.

Begitu pekat kabut asap tersebut, Malaysia sampai-sampai menutup ratusan sekolah dua pekan lalu. Namun memasuki pekan ini, pemerintah Malaysia dilaporkan sudah kembali membuka sebagian sekolah tersebut. (rds/has)