Tiga WNI Jadi Korban Jembatan Ambruk di Taiwan

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 16:52 WIB
Tiga WNI Jadi Korban Jembatan Ambruk di Taiwan Jembatan di Taiwan ambruk. (Taiwan's Coast Guard / ASSOCIATED PRESS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah jembatan yang menghubungkan kawasan teluk Nanfangao di sebelah timur Taiwan ambruk hingga melukai setidaknya 12 orang, termasuk tiga warga Indonesia, pada Selasa (1/10).

Selain korban terluka, Badan Penanggulangan Kebakaran Nasional Taiwan menuturkan enam orang lainnya dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan jembatan.


"Operasi penyelamatan masih berjalan. Sebanyak 12 orang terluka termasuk enam warga Filipina, tiga nelayan asal Indonesia, dan seorang warga Taiwan yang mengemudikan kapal tanker minyak yang tertimpa jembatan ambruk," bunyi pernyataan badan tersebut.


Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan detik-detik jembatan tunggal setinggi 140 meter itu runtuh dan menimpa setidaknya tiga perahu nelayan dan sebuah kapal tanker minyak yang tengah berlayar di bawahnya.

[Gambas:Video CNN]

Kapal tanker langsung terbakar tak lama setelah tertimpa reruntuhan jembatan hingga menyebabkan asap pekat hitam yang tebal mengepul ke udara.

Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan dilaporkan sudah mengirim tim ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Sedang menunggu konfirmasi pemerintah Taiwan mengenai kemungkinan jumlah korban WNI. Segera update," tulis Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Joedha Nugraha, kepada CNNIndonesia.com.

Sampai saat ini, pihak berwenang juga belum mengetahui penyebab jembatan yang dibangun pada 1998 itu runtuh.


Namun, sejak akhir pekan lalu Taiwan diterjang angin topan yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di pantai timur Taiwan.

Meski begitu, jembatan tersebut runtuh ketika cuaca cerah. 

Menteri Perhubungan Taiwan Lin Chia-lung menuturkan jaksa penuntut telah meluncurkan penyelidikan demi mengetahui penyebab runtuhnya jembatan tersebut.


Sementara itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berharap pihak berwenang bisa menyelamatkan para korban secepat mungkin dengan aman demi meminimalisir dampak insiden tersebut.

Insiden jembatan runtuh ini bukan yang pertama kali terjadi di Taiwan. Pada 2009 lalu, dua jembatan runtuh akibat terjangan Topan Morakot. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 400 orang. (rds/dea)