Boris Johnson Ingatkan Macron Inggris Tak Akan Tunda Brexit

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 07:38 WIB
Boris Johnson Ingatkan Macron Inggris Tak Akan Tunda Brexit Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (AP Photo/Frank Augstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa dia tidak akan menunda pengunduran diri negara itu dari Uni Eropa (Brexit) melebihi jadwal yang sudah ditetapkan yakni 31 Oktober.

Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Inggris pada Minggu (6/10) waktu setempat.

Menurut juru bicara itu, Johnson telah menyatakan bahwa proposal terbaru yang dia usulkan merupakan kesempatan terakhir untuk mencapai kata sepakat.



Beberapa isi dalam proposal terbaru Brexit yang diajukan Johnson antara lain mengatur masa peralihan kebijakan perbatasan selama empat tahun setelah keluar dari Uni Eropa. Kemudian, proposal itu juga mengatur tentang kesepakatan bea cukai dengan Irlandia atau diistilahkan backstop.

"Jangan berharap Inggris akan tetap berada di Uni Eropa setelah 31 Oktober," kata Johnson kepada Macron lewat telepon seperti diucapkan juru bicara tersebut dikutip dari AFP.

[Gambas:Video CNN]

Johnson juga menegaskan dia tidak akan meminta penundaan lagi, meski parlemen menyetujui undang-undang yang memaksa dia memperpanjang Brexit jika gagal mendapatkan persetujuan.


Masalah perbatasan dengan Irlandia selama ini menjadi problem yang sulit dipecahkan dalam perundingan Brexit dengan Uni Eropa. Usulan sama yang diajukan mantan perdana menteri Theresa May juga mentok.

Perjanjian itu mengatur supaya perbatasan antara Irlandia Utara yang dikuasai Inggris dan Republik Irlandia tetap terbuka setelah Brexit. Hal ini guna menekan potensi gejolak politik di Irlandia Utara.


Kawasan Irlandia Utara bergolak dan menjadikannya medan konflik sektarian berdarah antara pendukung pemberontak Tentara Republik Irlandia (IRA) dan pemerintah Inggris. Pertikaian kedua belah pihak berakhir dengan Perjanjian Jumat Baik pada 1998 silam. (dea)