Polisi Tangkap 130 Pedemo Soal Perubahan Iklim di Belanda

CNN Indonesia | Minggu, 13/10/2019 04:00 WIB
Polisi Tangkap 130 Pedemo Soal Perubahan Iklim di Belanda Protes perubahan iklim di seluruh dunia. (RODGER BOSCH / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Belanda menangkap 130 pedemo perubahan iklim yang memblokir jembatan utama di Amsterdam tengah. Hal itu terjadi ketika di wilayah Paris, Perancis, para aktivis juga mengganggu lalu lintas di depan gedung parlemen.

Kelompok yang dibentuk di Inggris tahun lalu itu telah menjalankan gelombang demonstrasi di seluruh dunia sejak Senin (7/10) lalu. Bentuk protes terutama dilakukan dengan memblokir jalan-jalan pusat kota.

"Polisi saat ini melakukan 130 penangkapan di jembatan Blauwbrug, di jantung ibu kota Belanda", kata polisi di Twitter.

Puluhan aktivis berkumpul di jembatan itu sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Beberapa pengunjuk rasa bahkan bergantung di tempat tidur gantung di pilar yang menopang jembatan untuk mencegah kapal lewat di bawahnya.
Jembatan bersejarah itu dibangun sejak awal abad ke-17, dan menghubungkan beberapa distrik di Amsterdam pusat.

Jumlah pengunjuk rasa bertambah berkali lipat ketika sekitar 80 orang ditangkap di Rijksmuseum, salah satu tempat wisata utama Amsterdam.

Di Perancis, ratusan aktivis memblokir jalan utama ke Majelis Nasional selama beberapa jam, tetapi dibubarkan oleh polisi pada sore harinya.

"Polisi bukan musuh kami. Industrialisme besar yang mengeksploitasi yang hidup dan negara yang membiarkan mereka melakukannya," kata seorang demonstran.

Pendemo menuntut agar pemerintah secara drastis mengurangi emisi karbon yang menurut para ilmuwan menyebabkan perubahan iklim hingga sangat menghancurkan.
Protes mereka telah membuat pengemudi dan beberapa pejabat jengkel, tetapi meningkatkan harapan mereka yang melihat perubahan iklim sebagai ancaman bagi planet ini.



(AFP/lav)