Topan Hagibis Jepang, Gelandangan Ditolak Masuk Pengungsian

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 04:32 WIB
Topan Hagibis Jepang, Gelandangan Ditolak Masuk Pengungsian Topan Hagibis menerjang Jepang. (Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengaku akan mengambil tindakan tegas pihak yang menolak gelandangan masuk tempat penampungan korban topan Hagibis.

Ancaman itu dilontarkan Abe setelah dua tuna wisma dilaporkan ditolak masuk ke dalam sebuah pengungsian di kota Taito, bagian timur Tokyo.

Saat itu kedua gelandangan tersebut mencari perlindungan di tempat penampungan ketika topan Hagibis mendarat dan menerjang kawasan ibu kota.



Dikutip AFP, Abe menegaskan bahwa tuna wisma berhak tinggal di pengungsian.

"Tempat pengungsian seharusnya dibuat untuk melindungi semua anggota masyarakat yang terkena dampak [bencana]," kata Abe, Selasa (15/10).

Ia menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, juru bicara pemerintahan kota Taito mengungkapkan bahwa petugas menolak masuk dua gelandangan karena tempat pengungsian hanya diperuntukkan bagi warga di daerah tersebut.

Media setempat menyebut seorang gelandangan ditemukan tewas di sekitar sungai. Polisi menduga ia tinggal di dekat sungai dan tenggelam saat banjir datang.

Topan Hagibis telah menghantam wilayah Tokyo sejak akhir pekan lalu dan menimbulkan angin kencang dengan kecepatan 216 kilometer per jam serta hujan deras di 36 dari 47 prefektur.


Sebanyak 70 orang tewas dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Tidak hanya itu, berbagai fasilitas umum dan perumahan rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor termasuk aliran listrik di 34 ribu rumah terputus.

Berdasarkan pernyataan pemerintah Abe, lebih dari 3.000 orang berhasil dievakuasi dari dampak topan Hagibis. Namun jumlah ini dapat bertambah karena persebaran lokasi pengungsian.


"Tetapi jumlah yang sebenarnya mungkin lebih besar ketika ada beberapa orang yang mengungsi di dalam warnet atau fasilitas yang masih bisa ditempati," ujar seorang perwakilan pemerintah.

Hagibis menjadi topan terparah dengan putaran angin yang bisa bertahan hingga 60 jam dan masuk dalam topan kategori 5.

Topan tersebut dapat memicu gelombang tinggi hingga beberapa meter hingga disebut sebagai yang terparah apabila topan menerjang Teluk Tokyo. (fls/dea)