Korban Tewas Kerusuhan Chile Terus Bertambah

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 20:45 WIB
Korban Tewas Kerusuhan Chile Terus Bertambah Ilustrasi kerusuhan di Chile. (AFP PHOTO / Martin BERNETTI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan yang terjadi di Ibu Kota Santiago, Chile, sampai saat ini sudah menelan 11 korban jiwa. Sebagian besar dari mereka meninggal akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar.

Seperti dilansir CNN, Selasa (22/10), President Sebastian Piñera menetapkan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam sejak akhir pekan lalu. Meski dia sudah menyatakan pemerintah bakal membatalkan usul kenaikan tarif transportasi umum, tetapi hal itu belum bisa menenangkan massa yang marah.


Sampai saat ini seluruh sekolah di Santiago masih diliburkan akibat status darurat nasional. Piñera menyatakan pemerintah bakal mengembalikan situasi dan menangkap para perusuh.


"Kita sedang berperang melawan musuh yang kuat dan tidak kenal henti, serta tidak menghormati apapun dan siapapun," kata Piñera.

Maskapai penerbangan Chile, LATAM, menyatakan harus membatalkan 200 penerbangan dari dan menuju negara itu pada pekan lalu akibat kerusuhan.

Massa masih mengamuk di Santiago hingga memaksa pemerintah menerjunkan tentara untuk meredam unjuk rasa. Selama tiga dasawarsa, baru kali ini tentara dikerahkan guna membantu polisi.

Kantor surat kabar tertua di Chile, Mercurio, yang terletak di Kota Valparaiso hangus akibat dibakar massa.

[Gambas:Video CNN]

Menurut seorang mahasiswa antropologi Chile, Karina Sepulveda, amuk massa ini adalah akumulasi kekecewaan terhadap pemerintah selama bertahun-tahun. Terutama kaum menengah ke bawah yang sangat kesulitan akibat tingkat upah yang rendah, layanan kesehatan yang buruk, hingga jaminan pensiun yang tidak memadai.

Menurut dia, semua amarah itu meletup dan ditumpahkan ke jalan ketika pemerintah memutuskan menaikkan tarif transportasi umum.

"Ini adalah wujud meluapkan kekecewaan yang dilakukan kaum miskin yang selama ini tertindas," kata Sepulveda.

Gejolak di Chile dipicu kenaikan tarif transportasi umum khusus pada jam sibuk sebesar US$1,17 (sekitar Rp16 ribu). Padahal pada Januari lalu ongkos transportasi umum setempat juga sudah dinaikkan.


Pemerintah beralasan mengambil kebijakan itu karena kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar Peso yang melemah.

Masyarakat Chile juga mengkritik pemerintah karena lambatnya pertumbuhan ekonomi, dan mendesak untuk mengubah undang-undang tenaga kerja, perpajakan, serta jaminan pensiun. (ayp/ayp)