Separatis Catalonia Dukung Kemerdekaan Papua

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 15:42 WIB
Separatis Catalonia Dukung Kemerdekaan Papua Ilustrasi pendukung kemerdekaan Papua Barat. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh separatis Catalonia, Carles Puigdemont, memberikan dukungan terhadap perjuangan kelompok pro kemerdekaan Papua Barat.

"Saya mendukung penuh perjuangan panjang orang West Papua untuk memenuhi hak atas penentuan nasib sendiri," ucap Puigdemont yang merupakan mantan Presiden Catalonia, melalui kicauan di Twitter pada Kamis (24/10).


Dalam kicauan itu, Puigdemont turut menyinggung penghargaan yang didapat Veronica Koman, salah satu pengacara hak asasi manusia asal Indonesia yang vokal mengangkat isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.


Veronica menerima penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights Award dari Australian Council for International Development (ACFID) pda Rabu (23/10) kemarin.

"Hari istimewa, pengacara asal Indonesia @VeronicaKoman menerima penghargaan @ACFID's karena komitmennya terhadap HAM. Bintang kejora akan bangkit pada akhirnya," tulis Puigdemont dalam kicauannya itu.



Veronica kini masih mengasingkan diri di Australia dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Timur.

Veronica menjadi buronan Polri karena tak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus provokasi dan penyebaran informasi bohong, dalam insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Dalam akun Facebook, Koman turut mengunggah tangkapan layar (screenshot) kicauan Puigdemont. Ia juga mengunggah cerita dan pidatonya saat menerima Sir Ronald Wilson Human Rights Award.

Catalonia memang telah lama mendesak pemisahan diri dari Spanyol. Puncak unjuk rasa pemisahan diri Catalonia berlangsung pada 2017 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Catalonia bahkan telah menggelar referendum pada Oktober 2017 lalu, di mana 90 persen dari 2,26 juta warga Catalan mendukung pemisahan wilayah tersebut dari Spanyol meski akhirnya gagal.

Belakangan ratusan ribu orang kembali turun ke jalan di Catalonia untuk memprotes vonis para pemimpin separatis oleh Mahkamah Agung Spanyol.

Para demonstran dilaporkan memblokir sekitar 20 jalan di wilayah itu, termasuk jalan raya A7 yang menghubungkan Spanyol dengan Prancis, jalan A2 antara Madrid dan Barcelona, titik masuk utama ke kota Mediterania, serta jalur ganda kereta api dengan menduduki rel.


Pemerintah Negara Bagian Catalonia saat ini meminta pemerintah Spanyol menggelar dialog untuk meredam aksi massa yang cenderung ke arah kerusuhan. Saat ini Puigdemont juga mengasingkan diri ke Jerman setelah kabur tak lama usai referendum. (rds/ayp)