Itu dilakukan Pinera di tengah aksi unjuk rasa yang digelar secara masif oleh lebih dari sejuta warga negara itu sejak sepekan lalu.
"Saya meminta semua menteri untuk mundur demi bisa membentuk sebuah pemerintahan yang baru dan juga bisa memenuhi dari permintaan-permintaan baru ini," kata Pinera dalam pidato kenegaraan seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unjuk rasa itu pun mengundang kericuhan. Akibat kericuhan ini, setidaknya 18 orang tewas, termasuk balita berumur empat tahun. Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar.
Sebastian Piñera pun menetapkan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam sejak akhir pekan lalu di Santiago.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah juga telah mengerahkan sedikitnya 20 ribu polisi dan tentara untuk meredam kerusuhan, termasuk dengan menggunakan gas air mata dan meriam air ke arah para pedemo.
Hal ini menjadi yang pertama kali setelah negara itu kembali menerapkan demokrasi pada 1990, usai melalui fase diktator berdarah selama 17 tahun yang dipimpin Jenderal Augusto Pinochet. Saat itu militer mengudeta pemerintahan yang dipimpin Salvador Allende pada 11 September 1973.