Polisi di Australia Boleh Bunuh Sopir Penabrak Pejalan Kaki

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 14:32 WIB
Polisi di Australia Boleh Bunuh Sopir Penabrak Pejalan Kaki Bendera Australia. (Lachlan Fearnley/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara Bagian Victoria, Australia, mengizinkan aparat kepolisian menembak mati pengemudi kendaraan yang menabrak pejalan kaki secara serampangan.

Kepolisian Victoria menuturkan para personel diminta mengambil "tindakan tegas" dalam merespons serangan yang menggunakan kendaraan, termasuk menembak sang pengemudi.


Wakil Komisaris Kepolisian Vicroria Shane Patton mengatakan para personel kepolisian bahkan memiliki kewenangan luas untuk menghentikan setiap ancaman serangan kendaraan seperti itu.


"Mereka (polisi) dapat menggunakan setiap opsi taktis yang ada saat ini. Selain itu mereka juga dapat menggunakan cara mematikan," kata Patton kepada wartawan di Melbourne pada Senin (28/10).

[Gambas:Video CNN]

Patton mengakui bahwa kebijakan ini sangat ekstrem, tapi penting dilakukan untuk memberikan kejelasan polisi tentang tindakan apa yang mereka bisa ambil dalam merespons situasi seperti itu.

"Kami tidak ingin menunggu sampai mobil menabrak sekelompok orang lagi, kami ingin kepolisian bisa menghentikannya sebelum kejadian seperti itu terjadi," kata Patton seperti dikutip AFP.


Kebijakan ini diterapkan menyusul insiden di mana enam orang tewas akibat seorang pengemudi kendaraan menyeruduk pasar di jantung kota Melbourne pada Januari 2017 lalu.

Kejadian itu memicu pertanyaan apakah polisi seharusnya bisa mencegah sang pengemudi, James Gargasoulas, melancarkan aksinya tersebut.


Kini, Gargasoulas telah divonis penjara sumur hidup akibat kasus pembunuhan itu. Namun, polisi menuturkan insiden itu tidak terkait dengan aksi teror.

Sejak itu, ada tiga serangan serupa terjadi di Melbourne dengan total delapan orang tewas dan lebih dari 45 orang lainnya luka-luka. (rds/dea)