Iran Sebut Kematian Baghdadi Tak Akhiri Perang Melawan Teror

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 17:55 WIB
Iran Sebut Kematian Baghdadi Tak Akhiri Perang Melawan Teror Ilustrasi. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menyatakan kematian pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, bukan akhir dari peperangan terhadap kelompok teror tersebut beserta ideologinya.

"Kematian Baghdadi bukanlah akhir dari terorisme ISIS, melainkan hanya akhir dari sebuah bab. [Terorisme ISIS] masih jelas dan berkembang melalui kebijakan Amerika Serikat, petrodolar regional dan ideologi takfiri yang nyata. Ketiga sumber tersebut harus dimusnahkan," kata juru bicara pemerintah, Ali Rabiei, sebagaimana dikutip AFP.
Selain Iran, Rusia juga masih meragukan informasi 'kematian kesekian' pemimpin ISIS tersebut.

"Kementerian Pertahanan tidak mendapatkan informasi yang dapat diandalkan mengenai tindakan yang dilakukan militer AS di zona de-eskalasi di Idlib terkait dengan 'kematian kesekian' Baghdadi," kata juru bicara pemerintah Rusia, Igor Konashenkov.


Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kematian Baghdadi dalam serangan pasukan koalisi pimpinan AS di desa Barisha, Idlib, Suriah utara.

[Gambas:Video CNN]
Ia menyatakan militer AS telah membunuh 'sebagian besar' militan ISIS selama penyerangan di sebuah terowongan,

Seorang pejabat senior pertahanan AS menduga Baghdadi meledakkan diri menggunakan rompi yang sudah dipasangi bom saat serangan berlangsung. Kini, pihak berwenang tengah melakukan tes DNA dan biometrik untuk memastikan identitas Baghdadi. (fls/has)