Jejak Al-Baghdadi Tercium Saat Hendak Selundupkan Keluarga

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 16:50 WIB
Jejak Al-Baghdadi Tercium Saat Hendak Selundupkan Keluarga Mendiang pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. (Al-Furqan media via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar kematian pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dalam operasi penangkapan yang dilakukan oleh satuan tugas pasukan Delta Angkatan Darat Amerika Serikat tidak mudah dilakukan. Meski dikenal licin karena lihai melarikan diri, jejak Baghdadi tercium intelijen setelah berusaha menyelundupkan keluarganya melewati perbatasan Turki.

Dilansir dari The Independent, Selasa (29/10), intelijen yang mengejar Baghdadi menyatakan mencium jejak pentolan ISIS itu di desa Barisha, Idlib, Suriah. Jaraknya diperkirakan sekitar 15 menit dari perbatasan Turki.


Lelaki berusia 48 tahun itu bersembunyi di sebuah rumah tingkat, yang di bawahnya terdapat terowongan. Warga setempat mengatakan rumah itu adalah milik pengusaha bahan makanan bernama Abu Muhamad al-Halabi.


Meski demikian, warga mengatakan jarang bertemu dengan pemilik rumah. Penghuninya juga diketahui jarang menerima tamu dan mempunyai sebuah mobil sedan Hyundai.

Padahal, wilayah itu dikuasai oleh kelompok milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Mereka terhubung dengan Al-Qaidah yang merupakan musuh ISIS.

Kelompok HTS selama ini tidak mengetahui Baghdadi bersembunyi di wilayah kekuasaan mereka. Menurut sumber HTS, Halabi adalah bagian dari kelompok Hurras al-Din yang berkawan dengan ISIS.

"Kami memperkirakan Baghdadi tinggal di rumah itu lima hari sebelum operasi dilakukan. Namun, dia sudah berpindah-pindah tempat di Idlib selama beberapa bulan belakangan," kata seorang sumber intelijen Irak.

[Gambas:Video CNN]

Menurut mereka, Halabi juga adalah seorang penyelundup. Diduga Baghdadi meminta bantuannya untuk menyelundupkan keluarganya keluar dari Suriah.

Operasi militer yang mendadak pada Sabtu pekan lalu membuat warga setempat sangat terkejut. Sebab, situasi di desa itu selama ini sangat tenang.

Warga kaget ketika puluhan pasukan muncul dan menyerbu rumah Halabi. Sebagian pasukan terjun dari helikopter dan menggunakan bahasa Arab meminta penduduk segera pergi menyelamatkan diri.

Desa yang sepi itu kemudian mendadak menjadi ramai. Suara tembakan dan ledakan saling bersahutan.

Sampai saat itu penduduk setempat belum mengetahui apa yang terjadi. Setelah berita itu tersebar di televisi mereka baru sadar ternyata pasukan AS berusaha menangkap Baghdadi.

Meski demikian, Baghdadi dilaporkan tewas karena memicu bom yang dipasang di rompinya ketika terjebak di sebuah terowongan buntu ketika hendak kabur. Jasadnya saat ini dilaporkan dikubur di laut, persis seperti yang terjadi dengan mendiang pemimpin Al-Qaidah, Usamah Bin Laden.


Sehari kemudian, juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, dilaporkan tewas saat hendak ditangkap di Kota Jarablus, Suriah. Jaraknya sekitar 140 kilometer dari lokasi persembunyian Baghdadi.

Menurut Komandan Milisi Kurdi Suriah, Mazloum Abdi, anak buahnya turut terlibat dalam operasi penangkapan Baghdadi. Namun, saat ini intelijen Irak dan Kurdi saling klaim mereka yang paling pertama menemukan persembunyian Baghdadi. (ayp/ayp)