Banjir Bandang di Spanyol Renggut Empat Nyawa

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 04:39 WIB
Banjir bandang yang menerjang di Catalonia, Spanyol, Selasa (29/10) dilaporkan menewaskan empat orang. Ilustrasi banjir. (AFP PHOTO / Thomas Samson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir bandang yang menerjang di Catalonia, Spanyol, Selasa (29/10) dilaporkan menewaskan empat orang. Seorang pria ditemukan tewas diduga dari sebuah karavan yang tersapu banjir.

Layanan Perlindungan Sipil Catalan menyatakan jasad tersebut telah diidentifikasi kepolisian sebagai pria yang hilang dari wilayah Vilaverd, ketika dia seharusnya berada di dalam sebuah caravan.


"Jumlah korban sementara [dari badai] saat ini terdapat empat orang tewas dan semua korban telah diidentifikasi. Sedangkan tiga orang lain masih hilang," kata petugas penyelamatan melalui akun resmi di Twitter, dikutip AFP, Rabu (30/10).


Hujan deras telah melanda wilayah Catalonia sejak Selasa malam dengan menyebabkan banjir bandang. Satu orang dilaporkan meninggal di sebuah kota pantai di Barcelona dan lima orang lainnya masih dinyatakan hilang di pedalaman kota pesisir Tarragona.

Badai juga menghantam wilayah Pulau Mallorca, di mana petugas menemukan sebuah jenazah. Namun, identitas korban tersebut masih belum dapat dikonfirmasi apakah ia merupakan salah satu dari dua orang yang terlihat terbawa gelombang besar saat badai terjadi.

[Gambas:Video CNN]

Banjir dan tanah longsor yang terjadi pada pekan lalu membuat lebih dari 50 jalanan dan layanan kereta ditutup serta membuat 37 jadwal penerbangan dialihkan. Sebagian besar dilakukan di Mallorca.

Korban pertama yang merupakan seorang pria ditemukan di Caldes d'Estrac pada 22 Oktober lalu. Kemudian korban kedua ditemukan dua hari setelahnya di Pelabuhan Tarragona.

Korban ketiga yang diidentifikasi sebagai seorang tuna wisma ditemukan pada Senin lalu, meski ia bukan merupakan salah satu dari beberapa orang yang tercatat hilang.


Tidak hanya Spanyol, banjir bandang juga melanda wilayah selatan Prancis yang menyebabkan tiga orang meninggal. Salah seorang di antaranya merupakan perempuan kewarganegaraan Inggris. (fls/ayp)