Tingkat Polusi di New Delhi Membahayakan, Sekolah Ditutup

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 20:00 WIB
Tingkat Polusi di New Delhi Membahayakan, Sekolah Ditutup Ilustrasi polusi udara di New Delhi, India. (AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India menyatakan status darurat terhadap Kota New Delhi sejak hari ini, Jumat (1/11), akibat tingkat polusi yang membahayakan kesehatan. Mereka menyatakan menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga 5 November mendatang jika keadaan sudah membaik.

Seperti dilansir Associated Press, keputusan itu diambil setelah dilakukan rapat oleh para ahli lingkungan. Mahkamah Agung pun menguatkan keputusan hasil rapat itu, dan memerintahkan untuk menghentikan sementara kegiatan proyek bangunan di seluruh kota untuk menekan volume partikel debu di udara.


Polusi di New Delhi mencapai puncak pada hari ini disebabkan oleh asap kembang api dalam Festival Diwali dan kabut asap akibat pembukaan lahan di pinggiran kota dan negara bagian di sekitarnya.


Menurut hasil analisis indeks kualitas udara di Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi, tingkat polusi di kota itu mencapai sembilan kali lipat melebihi batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Orang-orang yang ada di New Delhi diminta untuk sementara menghindari aktivitas di luar ruangan.

Menurut Gubernur New Delhi, Arvind Kejriwal, memerintahkan larangan penggunaan kendaraan pribadi selama dua pekan terhitung sejak Senin pekan depan.

[Gambas:Video CNN]

Kendaraan pribadi dengan mesin bensin dan diesel hanya boleh melintasi New Delhi pada hari-hari tertentu dari 4 sampai 15 November. Kemungkinan mereka akan menerapkan kebijakan ganjil genap.

Menurut Kejriwal, kebijakan itu pernah diterapkan tiga tahun lalu dan berhasil menekan tingkat polusi hingga 13 persen.

Sejumlah kota di India masuk dalam jajaran teratas tempat-tempat dengan tingkat polusi tinggi di dunia. (ayp/ayp)