Kejar Demonstran, Polisi Hong Kong Serbu Sejumlah Mal

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 03:42 WIB
Kejar Demonstran, Polisi Hong Kong Serbu Sejumlah Mal Aksi protes di Hong Kong. (AP Photo/Felipe Dana).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi anti huru hara menyerbu beberapa mal di Hong Kong pada Minggu (3/11) untuk mengejar para demonstran dan menggagalkan aksi unjuk rasa pro-demokrasi. Kejadian ini pecah ketika seorang pria yang menggunakan pisau menebas beberapa orang dan menggigit telinga politikus pro-demokrasi setempat.

Setidaknya lima orang terluka dalam kejadian ini. Dua orang dilaporkan media setempat mengalami kritis.

Dikutip dari AP, Senin (4/11), ada seruan di media sosial kepada demonstran untuk berkumpul di tujuh lokasi guna mempertahankan gerakan reformasi politik setelah bentrokan pada Sabtu kemarin.


Pada hari Minggu sejumlah polisi anti huru hara membubarkan secara paksa guna mencegah para demonstran merangsek ke taman di sebelah kantor pemimpin kota, Carrie Lam.


Namun seketika para demonstran berpindah ke pusat perbelanjaan Plaza New Town di Sha Tin, setelah beberapa perusuh 'bertopeng' dengan alat pemadam kebakaran merusak pintu putar dan menghancurkan jendela di stasiun kereta bawah tanah yang terhubung ke mal.

Sementara di dua mal di wilayah baru bagian utara Hong Kong, para pengunjuk rasa merusak toko-toko, melemparkan cat dan menyerang restoran Jepang, setelah pemilik restoran itu menyuarakan dukungan untuk polisi Hong Kong.

Polisi kemudian bergegas ke salah satu mal setelah benda-benda dilemparkan ke mereka. Di tempat lain, pengunjuk rasa menggunakan payung dan ikatan kabel mengunci pintu masuk mal untuk mencegah polisi masuk.

[Gambas:Video CNN]
Di hari yang sama, polisi juga menyerbu kompleks perbelanjaan Cityplaza di Pulau Hong Kong setelah beberapa pemrotes menyemprotkan grafiti di sebuah restoran. Kejadian ini membuat para pengunjung mal marah kepada para polisi.


Sebelumnya seorang lelaki menebas beberapa orang dengan pisau dan menggigit telinga salah seorang anggota dewan distrik yang berusaha menghentikannya. Media lokal menyebut pria itu mengatakan kepada para korbannya bahwa Hong Kong adalah milik Cina, dan bahwa anggota dewan itu adalah seorang politikus pro-demokrasi.

Tayangan televisi menunjukkan pria itu menggigit telinga anggota dewan dan kemudian dipukuli habis-habisan oleh orang-orang sebelum polisi tiba. Setidaknya lima orang terluka, dua dari mereka kritis dan dua lainnya mengalami luka serius.

Diketahui aksi protes di Hong Kong dimulai sejak awal Juni lalu atas rencana yang sekarang disimpan untuk pemerintah untuk memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina.

Sejak itu gelombang protes semakin berkembang menjadi gerakan mencari tuntutan lain, termasuk mendesak dilakukan pemilihan langsung untuk mengganti para pemimpin Hong Kong dan menuntuk dilakukan penyelidikan independen terhadap perilaku polisi. (AP/osc)