Polusi Udara di New Delhi Masih Mengkhawatirkan

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 12:26 WIB
Polusi Udara di New Delhi Masih Mengkhawatirkan Polusi udara di New Delhi. (AFP PHOTO / SHAMMI MEHRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi udara di Kota New Delhi, India, pada awal pekan ini masih berbahaya akibat polusi dan tingginya konsentrasi zat pencemar. Bahkan kabut asap pekat masih menyelimuti kota itu dan membuat para penduduk mengalami iritasi pada mata.

"Asap di mana-mana. Semua orang, termasuk anak-anak dan orang tua kesulitan bernapas. Mata serasa terbakar," kata Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal, seperti dilansir AFP, Senin (4/11).


Seluruh sekolah di kota itu masih ditutup sejak pekan lalu. Pemerintah juga sudah melarang aktivitas pembangunan dan membatasi kendaraan bermotor.


Pemerintah setempat bahkan sampai membawa alat penjernih udara yang ditempatkan di situs Taj Mahal yang terletak sekitar 250 kilometer di selatan New Delhi. Mereka khawatir polusi bisa merusak situs bersejarah itu.

Para pejabat kini saling menyalahkan atas kondisi itu. Kejriwal menyatakan sudah melakukan segala cara untuk menekan polusi.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Kejriwal, kabut asap yang menyelimuti New Delhi berasal dari aktivitas pembakaran sisa gandum usai panen. Namun demikian, Menteri Lingkungan Prakash Javadekar menuding Kejriwal mempolitisasi kondisi polusi itu.

Tingkat polusi di India belum teratasi hingga saat ini. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 14 kota di India termasuk dalam daftar tempat paling berpolusi di dunia.

Menurut Daniel Cass dari lembaga swadaya masyarakat Vital Strategies, seharusnya pemerintah India menerapkan batasan emisi untuk sepeda motor yang banyak digunakan di New Delhi. Menurut dia hal itu untuk mengimbangi penerapan kebijakan ganjil genap.


Cass menambahkan, pemerintah India juga harus bergerak cepat untuk mengubah kebiasaan buruk di masyarakat. Yakni seperti membakar lahan atau sampah usai panen dalam bertani serta beralih dari penggunaan batu bara ke gas alam untuk penghangat ruangan. (ayp/ayp)