Penembakan di Perbatasan AS-Meksiko, Satu Keluarga Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 19:44 WIB
Penembakan di Perbatasan AS-Meksiko, Satu Keluarga Tewas Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan warga Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam penembakan di utara Meksiko, Senin (4/11). Dari jumlah tersebut enam di antaranya anak-anak dan sisanya wanita dari komunitas Mormon Amerika.

Seorang kerabat dari salah satu korban, Julian LeBaron mengatakan sepupunya, Rhonita Maria LeBaron, diserang saat dalam perjalanan ke bandara. Mobil yang ditumpangi Rhonita bersama empat anaknya dihujani peluru hingga hangus terbakar.

Saat itu mereka tengah melintas di Rancho de la Mora, daerah yang terkenal rawan akan penyelundupan narkoba. Letaknya berada di perbatasan antara negara bagian Chihuahua dan Sonora, dekat perbatasan AS.



Dikutip dari AFP, Rhonita tewas bersama empat anaknya, yakni dua bayi kembar berusia 6 bulan dan dua anak kecil berusia 8 dan 10 tahun. 

Dalam perjalanan tersebut mobil Rhonita beriringan dengan dua mobil SUV lain. Beberapa jam setelah mobil Rhonita ditemukan, dua mobil lainnya juga ditemukan dengan dua jasad wanita dan dua orang anak.

[Gambas:Video CNN]

Setidaknya lima orang anak berhasil melarikan diri dari penyerangan tersebut. Salah satu di antaranya sempat tertembak, dan satu lagi melarikan diri ke hutan dan belum ditemukan hingga kini.

Jaksa Agung Negara Bagian Chihuahua, Cesar Augusto Peniche, mengatakan belum bisa mengonfirmasi jumlah korban. Kedutaan Besar AS untuk Meksiko juga belum memberikan komentar.


Ini bukan kali pertama anggota komunitas Mormon Amerika diserang. Pada 2009, Benjamin LeBaron, seorang aktivis anti-kejahatan dinyatakan tewas dalam serangan di wilayah tersebut. Benjamin merupakan saudara laki-laki dari Julian.

Komunitas Mormon Amerika di utara Meksiko terdiri dari keturunan Mormon yang meninggalkan AS pada abad ke-19, sehingga banyak di antaranya yang memiliki kewarganegaraan ganda. Mormon sendiri umum diasosiasikan sebagai komunitas religius dan sarat budaya dari New York.


Setidaknya lebih dari 250 ribu pembunuhan tercatat di Meksiko sejak pemerintah mengerahkan tentara untuk membasmi perdagangan narkoba di tahun 2006. Banyak ahli yang berpendapat hal ini menjadi salah satu alasan tingkat kekerasan di Meksiko kian meningkat. (fey/dea)