Karhutla Australia Kian Parah, Asap Menyebar ke Selandia Baru

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 20:12 WIB
Karhutla Australia Kian Parah, Asap Menyebar ke Selandia Baru Kebakaran hutan di negara bagian New South Wales, Australia. (Foto: PETER PARKS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan yang terjadi di negara bagian New South Wales, Australia dilaporkan semakin parah. Asap dari kebakaran hutan dilaporkan menyebar hingga ke kawasan Selandia Baru.

Hingga Senin (11/11) siang, Layanan Pemadam Kebakaran mencatat lebih dari 70 titik api telah menyebar di sekitar NSW. Sejauh ini dilaporkan baru 40 titik api yang berhasil dipadamkan.

Perwakilan Layanan Pemadam Kebakaran Queensland, Megan Stiffler mengatakan terdapat 50 titik kebakaran di sekitar Queensland dengan tiga titik diantaranya terdapat di area sejauh 500 kilometer.


Pantauan Institut Penelitian Udara dan Atmosfer Australia (NIWA) seperti mengutip CNN, asap karhutla terpantau mengepul hingga lebih dari 4.000 kilometer di sepanjang Laut Tasmania hingga Pulau Selatan, Selandia Baru.

Sebaran api dan asap menyebar dengan cepat di tengah angin kencang, suhu panas tinggi, dan kelembaban rendah.

Ratusan sekolah dilaporkan ditutup hingga Selasa (12/11). Kerugian akibat bencana ini terus meningkat. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 100 rumah hangus terbakar.

Bencana ini diperkirakan juga turut menghanguskan hewan endemik Australia, koala. Diperkirakan 350 ekor koala mati dan puluhan luka-luka akibat kabut asap dan serbuan api.

[Gambas:Video CNN]

Akibat asap karhutla, Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW mengumumkan kondisi darurat selama tujuh hari. Pemerintah juga mengeluarkan peringatan ancaman kebakaran besar bagi masyarakat yang berada di Sydney dan Hunter. Peringatan kali ini diketahui sebagai yang terburuk bagi masyarakat Sydney sejak 2009 lalu.

"Risikonya nyata. Kami telah melihat kehancuran dan kami bersiap untuk menghadapi keadaan yang lebih buruk dari yang sudah kami lihat di New South Wales musim ini. Sebagai upaya bertahan, meninggalkan tempat tinggal untuk berlindung di tempat aman merupakan satu-satunya opsi," ungkap Komisioner Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW, Shane Fitzsimmons.

Ia menambahkan kondisi kebakaran yang semakin parah membuat petugas di lapangan harus memprioritaskan pada penyelamatan masyarakat dan mengesampingkan perlindungan pada properti.

"Fokus saat ini adalah keselamatan dan perlindungan masyarakat. Kami tidak bisa menjamin peringatan darurat akan masuk ke ponsel untuk mengingatkan Anda agar mengungsi ke lokasi aman," ungkapnya menambahkan. (fls/evn)