Erin Brockovich Dukung Warga Australia Gugat Soal Pencemaran

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 02:30 WIB
Erin Brockovich Dukung Warga Australia Gugat Soal Pencemaran Ilustrasi. (Istockphoto/simpson33)
Jakarta, CNN Indonesia -- Advokat lingkungan hidup asal Amerika Serikat, Erin Brockovich, menyatakan turut mendukung gugatan perwakilan kelompok (class action) yang diajukan sekitar 10 ribu warga Australia. Mereka menggugat pemerintah Australia terkait penggunaan zat kimia yang mencemari lingkungan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/10), penduduk Australia menggugat pemerintah karena penggunaan zat PFAS atau perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl. Bahan kimia itu banyak ditemukan di dalam produk pemadam api.


Pemerintah Australia menggunakan zat itu pada 1970-an hingga 2000-an di sejumlah pangkalan militer dan stasiun pemadam kebakaran. Diduga zat itu adalah salah satu pemicu kanker.


"Zat itu bisa menyebabkan kanker. Itu sangat menakutkan dan harus menjadi perhatian kita semua," kata Erin kepada stasiun televisi ABC.

Gugatan class itu didaftarkan oleh kelompok Shine Lawyers di Australia. Mereka menyatakan mewakili orang-orang yang tinggal di dekat delapan pangkalan militer dan terdampak pencemaran lingkungan akibat zat itu.

Menurut ABC, ini adalah gugatan perwakilan kelompok terbesar di Australia. Menurut pemimpin Shine, Joshua Aylward, zat PFAS yang digunakan dalam pemadam api itu mencemari lingkungan di sejumlah lokasi di seluruh Negeri Kanguru.

[Gambas:Video CNN]

"Saya sudah menemui para penduduk yang hanya bisa menangis karena baru mengetahui sumber air mereka tercemar, dan mereka sudah mengonsumsinya bertahun-tahun.," kata Aylward.

"Warga juga mengetahui zat itu terdeteksi di dalam tubuh anak-anak mereka dalam kadar yang tinggi dan mereka prihatin dengan nasib keluarganya," ujar Aylward.

Menurut Shine, jika gugatan mereka dikabulkan maka sekitar 40 ribu penduduk yang tinggal dan bekerja di wilayah yang tercemar PFAS akan mendapat ganti rugi dari pemerintah. Brockovich sudah menemui para penduduk di barat Australia pekan lalu.

Menurut Shine, pencemaran lingkungan itu juga menyulitkan penduduk setempat. Selain dikhawatirkan merusak kesehatan, mereka juga tidak bisa pindah ke tempat lain karena kesulitan menjual rumah dan tanah.

Harga properti mereka anjlok dan calon pembeli pun menjauh akibat kabar terjadi pencemaran lingkungan.

Meski demikian, masih terjadi perdebatan terkait dampak PFAS. Menurut Badan Perlindunan Lingkungan AS, zat itu dianggap penyebab kanker (karsinogenik). Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Australia mereka belum menemukan bukti apakah zat itu menjadi pemicu kanker.


Brockovich muncul ke permukaan karena menggugat perusahaan yang hendak membangun pipa gas yang mencemari sumber air minum di California. Kisahnya lantas dibukukan dan diangkat ke layar lebar yang diperankan aktris Hollywood, Julia Robert. (ayp/ayp)