Warga Sydney Keluhkan Kabut Asap Kebakaran Hutan

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 13:57 WIB
Warga Sydney Keluhkan Kabut Asap Kebakaran Hutan Sydney pada Kamis (31/10) diselimuti asap berbahaya akibat kebakaran hutan. (Foto: Istockphoto/Simonbradfield)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Sydney, Australia, mengeluhkan asap berbahaya akibat kebakaran hutan pada Kamis (31/10). Asap kebakaran hutan ini semakin parah lantaran embusan angin kencang.

Kementerian Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW), Richard Broome memberi peringatan jika warga untuk menghindari aktivitas fisik di luar ruangan karena bisa memicu masalah pernapasan.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap berada di dalam ruangan, tutup rapat pintu, dan jendela," kata Broome.


Dilansir AFP, angin kencang yang berembus semakin memperparah kondisi cuaca. Sejumlah bangunan ikonis Sydney seperti Opera House dan Harbour Bridge tertutup asap.

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan lebih dari 50 kebakaran lahan yang masih menyala di NSW.

Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan (RFS) menyatakan asap kemungkinan tidak akan hilang dalam kurun waktu 24 jam.

Cuaca panas dan kering semakin memperparah kondisi dan membuat asap kemungkinan bertahan selama beberapa hari. Kondisi ini memperburuk kondisi jantung dan paru hingga bisa menyebabkan batuk dan iritasi mata.

"Gejala [batuk dan iritasi mata] bisa terjadi selama beberapa hari setelah menghirup asal. Orang dengan kondisi kronis perlu mewaspadai kondisi ini," ungkap Broome.

"Asap itu kemungkinan akan bertahan selama beberapa hari dan mungkin tidak akan hilang sampai beberapa tahap selama akhir pekan."

Kebakaran hutan kali ini merupakan yang terbesar dengan total area terbakar lebih dari 2.000 hektare taman nasional. Lokasi kebakaran terparah terjadi di Danau Cathie yang berjarak 379 kilometer utara kota Sydney.

Pejabat setempat mengatakan kualitas udara Sydney masuk dalam kategori berbahaya bahkan lebih buruk dari Bangkok dan Hong Kong.

[Gambas:Video CNN] (evn)