Pemimpin Jihad Islam Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 14:46 WIB
Pemimpin Jihad Islam Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Ilustrasi. (Menahem KAHANA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin kelompok militan Jihad Islam, Baha Abu Al-Ata, dilaporkan tewas setelah tempat tinggalnya diterjang serangan militer Israel di distrik Shejayia, Jalur Gaza, pada Selasa (12/11) dini hari.

Melalui pernyataan, pasukan bersenjata Jihad Islam mengumumkan kematian Ata tak lama setelah militer Israel mengonfirmasi bahwa serangannya telah menargetkan rumah sang pemimpin.

Kelompok tersebut menuturkan Istri Ata pun ikut tewas dalam serangan itu. Kerusakan rumah Ata juga bisa terlihat pasca-serangan terjadi.



Masjid sekitar rumah Ata bahkan mengumumkan kematiannya.

Sementara itu, militer Israel menuturkan serangan itu merupakan bagian dari operasi gabungan antara militer dan pasukan keamanan domestik, Shin Bet.

Ata telah lama menjadi incaran Israel yang menganggapnya sebagai "bom aktif". Ia dianggap dalang serangan roket yang mengarah ke wilayah Israel.

[Gambas:Video CNN]

Selain roket, dilansir AFP, Israel juga menuduh Ata berada di balik setiap serangan penembakan dan drone selama ini.

Kematian Ata dilaporkan memicu tindakan balasan dari kelompok militan Palestina di Gaza. Mereka dilaporkan menembakkan sejumlah roket secara sporadis dari Gaza ke wilayah Israel.

Sirine peringatan serangan udara pun terdengar di selatan Israel, terutama wilayah yang berbatasan dengan Gaza.


Hingga kini, belum jelas apakah serangan roket itu mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa.

Jihad Islam merupakan kelompok militan Palestina terkuat kedua yang bermarkas di Jalur Gaza setelah Hamas. 

Kedua kelompok militan itu merupakan sekutu dekat. Hamas mengancam akan melakukan tindakan pembalasan terhadap serangan Israel tersebut.


Militer Israel menuturkan pihaknya telah "mengerahkan personel dan bersiap dengan strategi serangan serta bertahan mereka". (rds/dea)