Kelompok pemberontak itu dilaporkan menyerang aparat militer yang tengah berpatroli di timur Samar. Kedua belah pihak sempat terlibat perkelahian selama 30 menit sebelum kelimpok pemberontak melontarkan bom rakitan ke arah tentara.
"Mereka (NPA) menggunakan alat peledak rakitan yang memicu banyaknya korban," kata juru bicara mililter Filipina di wilayah itu, Kapten Reynaldo Aragones kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NPA merupakan kelompok bersenjata Partai Komunis Filipina. Partai tersebut membentuk gerakan separatis untuk mendirikan negara Maois pada 1969.
Menurut data militer Filipina, gerakan pemberontakan Maois telah menewaskan lebih ari 40 ribu jiwa selama ini.
"Masih ada banyak daerah di luar jangkauan pemerintah," kata Aragones. (rds/evn)